SuaraKaltim.id - Di tengah pembahasan intensif terkait APBD Perubahan dan APBD Murni, sorotan tajam tertuju pada kinerja koordinatif Sekretariat DPRD Kalimantan Timur (Kaltim).
Isu pergantian jabatan Sekretaris DPRD (Sekwan) mencuat, dipicu ketidakhadiran pejabat eksekutif dalam sejumlah rapat paripurna.
Anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menjadi salah satu pihak yang mengkritisi lemahnya komunikasi antara lembaga legislatif dan eksekutif. Ia menyebut bahwa beberapa forum paripurna hanya diwakili staf ahli gubernur.
"Beberapa kali paripurna hanya dihadiri oleh staf ahli. Ini sangat disayangkan,” tegasnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Senin, 4 Agustus 2025.
Menanggapi isu tersebut, Sekwan Norhayati Usman memberikan klarifikasi bahwa semua proses kerja selama ini masih berjalan dengan baik.
“Enggak ada (masalah), baik aja semuanya. Saya kemarin izin sakit aja, bukan cuti. Ya, semua aman,” ungkapnya.
Isu ini juga direspons oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Ia mengakui adanya evaluasi internal terhadap performa koordinasi Sekwan, utamanya menyangkut kehadiran pihak eksekutif dalam forum resmi.
“Beberapa kali paripurna dihadiri oleh staf ahli, padahal itu forum tertinggi di DPRD. Seharusnya kalau gubernur berhalangan, ada pendelegasian ke wakil gubernur, sekda, atau pejabat setingkat lainnya,” ujarnya.
Hasanuddin menjelaskan bahwa DPRD sebenarnya sudah menjadwalkan agenda-agenda penting melalui Badan Musyawarah (Bamus), dan telah melakukan pemberitahuan secara formal kepada pihak eksekutif.
Baca Juga: Magnet IKN Dorong Lonjakan Penduduk, Kursi DPRD PPU Siap Naik Jadi 30
Namun ketidakhadiran tetap terjadi, yang kemudian memunculkan persepsi publik bahwa ada koordinasi yang tidak berjalan maksimal.
"Sekarang ini kita sedang bahas APBD Perubahan dan APBD Murni, di mana Sekwan juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Anggaran. Kalau soal mutasi, perlu pertimbangan karena jika diganti, bisa menghambat proses,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, wacana pergantian Sekwan masih bersifat internal dan belum final. Fokus utama saat ini adalah memastikan pembahasan anggaran tidak terganggu oleh polemik birokrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi
-
Ada Apa dengan Seleksi Dirut MMP Kaltim? Batas Usia Calon Dipertanyakan