SuaraKaltim.id - Kapolresta Samarinda, Arief Budiman menyampaikan permohonan maaf pada aliansi wartawan Samarinda, terkait tindak intimidasi yang dilakukan aparat kepolisian terhadap lima wartawan di Mako Polresta Samarinda.
Menurutnya, dia akan menindak tegas semua bawahannya jika terbukti melakukan tindak penganiayaan seperti yang dilaporkan.
“Kami tidak bermaksud melakukan tindakan intimidasi. Jangan sampai hal ini merusak hubungan antara insan pers dengan kepolisian. Jika terbukti, kami akan tindak tegas,” katanya di Samarinda (9/10/2020).
Dijelaskan dia, sebagai aparat penegak hukum pihaknya tidak pernah berniat menyakiti siapa saja. Terlebih pada wartawan yang merupakan mitra kepolisian, baik yang sedang bertugas maupun yang tidak.
“Kami tidak punya maksud memukul apalagi menginjak. Suasana malam itu gelap dan petugas baru mundur dari giat pengamanan. Karena mungkin ada salah paham,” sebutnya.
Diketahui, pasca aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kaltim, Kamis (8/10/2020) petugas kepolisian mengamankan 12 orang yang diduga melakukan provokasi dan tindakan anarkis.
Ke-12 orang tersebut kemudian digelandang petugas menuju Mapolresta Samarinda guna menjalani pendataan serta serangkaian uji test, seperti rest urine dan rapid test.
Tak lama, muncul belasan orang lainnya yang hendak membebaskan 12 orang yang ditahan. Suasa di gerbang Mako Polres sempat memanas dan wartawan yang kebetulan datang berupaya mengabadikan gambar.
“Itu sudah malam, kemudian ada yang mengaku sebagai kuasa hukum. Tentunya itu jadi membuat kami bertanya-tanya, ini betul apa tidak kuasa hukumnya. Memang situasinya sempat adu argumen, mungkin saat rekan-rekan dari wartawan meliput, polisi salah mengenali dan mengira rekan-rekan bagian dari belasan orang yang ribut,” jelasnya.
Baca Juga: Liput 12 Mahasiswa yang Ditahan, Jurnalis Samarinda Malah Dianiaya Polisi
Sebelumnya, Kasubag Humas AKP Annisa Prastiwi dan Kapolsek Kota AKP Aldi harjasatya, Kapolres Samarinda menjelaskan perihal peristiwa penjambakan yang dilakukan oknum kepolisian setempat. Meski demikian, dia tidak menutup kesempatan untuk wartawan yang ingin membuat laporan di kepolisian atas dugaan intimidasi itu, Jumat (9/10/2020).
"Kami mewakili Kapolresta Samarinda ingin menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu. Semoga atas kejadian ini tidak memutus pertemanan yang sudah terjalin lama dengan insan pers," kata Annisa.
Sesuai perintah Kapolres, kata dia, pihaknya tetap akan menerima apabila kelima jurnalis yang menjadi korban membuat laporannya ke Polresta Samarinda.
Setelah laporan diterima maka akan dilakukan penyelidikan. Dia menjamin untuk oknum yang terbukti melakukan aniaya dan intimidasi akan ditindak tegas oleh pihaknya.
"Sampai saat ini kita belum tahu siapa anggota kami yang telah melakukan itu, tapi kita akan berikan tindakan tegas setelah menerima laporannya," katanya.
Sementara itu, Yudha Almerio wartawan Idn Times yang menjadi korban dari tindakan represif polisi tersebut, mengaku secara pribadi telah memaafkan dan mengapresiasi pernyataan dari pihak Polresta Samarinda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud