SuaraKaltim.id - Enam komuditas Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang akan diekspor ke Malaysia tertahan akibat adanya kebijakan lockdown di Negeri Jiran.
Hal ini diungkapkan Kepala Bea Cukai Nanga Badau, Wijang di Badau perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu, Minggu (17/1/2021).
"Komoditas yang siap ekspor itu madu, sahang, kain tenun, kerajinan tangan,minyak atsiri, dan kayu lapis, tetapi masih terkendala lockdown Malaysia," ujar Wijang.
Disampaikan Wijang, komoditas itu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat bahkan bisa menambah pendapatan daerah.
Menurut dia, dalam menggali potensi daerah yang bisa diekspor, Bea Cukai Badau sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kapuas Hulu dan Pemkab Sintang.
"Sejumlah komoditas itu jika terus dikembangkan bisa menjadi pendapatan asli daerah (PAD) dan ekonomi masyarakat, hanya saja kita belum tahu kapan lockdown berakhir, begitu Malaysia sudah tidak lockdown, aktivitas ekspor langsung kita lakukan," ucap Wijang.
Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar pintu negara Indonesia-Malaysia bisa segera dibuka kembali.
"Semoga pandemi segera berakhir, agar pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali normal," kata Wijang. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri