- Anggota DPRD Kaltim turut menanggapi permohonan maaf Gubernur Rudy Mas'ud.
- Permintaan maaf Gubernur dinilai perlu diikuti langkah konkret terhadap masyarakat.
- Program-program Pemprov Kaltim harus memprioritaskan masyarakat kecil.
SuaraKaltim.id - Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin Demmu turut merespons permintaan maaf Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang sampaikan beberapa waktu lalu.
Namun, pernyataan tersebut perlu diikuti langkah konkret, terutama terkait kebijakan anggaran yang berdampak langsung pada masyarakat.
Baharuddin menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan penyesuaian anggaran, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat kecil.
"Permintaan maaf penting, tetapi harus diikuti perubahan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Jika tidak, itu hanya menjadi formalitas," ujar Baharuddin dikutip dari Presisi--jaringan Suara.com, Selasa (28/4/2026).
Wakil rakyat ini juga menyoroti pengurangan usulan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, khususnya sekitar 160 usulan tambahan yang sebelumnya diharapkan dapat mendukung sektor ekonomi masyarakat bawah.
Baharuddin menjelaskan, usulan itu berperan penting dalam menyalurkan bantuan langsung, seperti penyediaan alat tangkap bagi nelayan, bantuan bibit untuk peternak, hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dia menilai, kelompok masyarakat seperti nelayan, petani, dan pelaku UMKM selama ini justru menjadi penopang ekonomi daerah, terutama saat pandemi Covid-19.
"Mereka terbukti mampu bertahan ketika sektor lain melemah. Karena itu, kebijakan seharusnya tetap memberi ruang bagi mereka," terang Baharuddin.
Dia juga mengingatkan bahwa DPRD memiliki fungsi representasi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Oleh karena itu, pemangkasan usulan dinilai berpotensi berdampak langsung pada warga.
"Jika Pokir dipangkas, maka yang terdampak bukan hanya lembaga, tetapi masyarakat yang diwakili," ujarnya.
Lebih lanjut, Baharuddin menilai komitmen pemerintah daerah dapat dilihat dalam pembahasan anggaran mendatang, khususnya apakah program-program yang menyasar masyarakat kecil tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim mencatat hanya 39 usulan Pokir yang masuk dalam perencanaan, dari total 160 usulan tambahan yang diajukan.
Seleksi dilakukan dengan pendekatan teknokratik berdasarkan rancangan awal RKPD 2027.
Bappeda menyebut prioritas pembangunan difokuskan pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan standar pelayanan minimum.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng