- Anggaran rehabilitasi interior Gedung Balai Kota Samarinda mencapai Rp17,6 miliar.
- Terkait hebohnya sorotan di medsos, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengklarifikasi.
- Andi Harun menyatakan bahwa proyek rehabilitasi interior itu bukan program baru.
SuaraKaltim.id - Kabar rehabilitasi interior Gedung Balai Kota Samarinda mencapai belasan miliar menjadi perbincangan hangat di media sosial (medsos) belakangan ini.
Proyek tersebut menuai sorotan lantaran dianggap kontradiktif dengan kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
"Tanggapan saya itu bukan program baru. Teman-teman bisa menguji informasi yang beredar di medsos itu," katanya saat ditemui Kaltimtoday—jaringan Suara.com, Rabu (29/4/2026).
Andi Harun meminta masyarakat untuk menelaah lebih dalam mengenai lini masa pelaksanaan proyek tersebut agar mendapatkan informasi yang utuh.
Berdasarkan data yang dihimpun dari portal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) melalui INAPROC, proyek tersebut memang tercatat dengan nama paket Rehab Interior Gedung Balaikota Samarinda pada daftar pengadaan tahun anggaran 2025.
Dalam sistem tersebut, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang tercantum adalah senilai Rp17,6 miliar dengan status tender yang sudah dinyatakan selesai.
Andi Harun menuturkan, kegiatan fisik di lapangan sebenarnya telah rampung dan dilakukan jauh sebelum kebijakan efisiensi saat ini diperketat.
"Itu sudah dilaksanakan sebelumnya, sudah selesai kegiatannya," sebutnya.
Lebih lanjut, Andi Harun merincikan bahwa rehabilitasi ini mencakup tiga lantai gedung Sekretariat Daerah Kota Samarinda.
Gedung tersebut memegang peranan vital sebagai pusat administrasi pemerintahan dan pelayanan publik, sehingga standar fasilitasnya harus menunjang kinerja birokrasi.
Wali Kota membantah anggapan bahwa anggaran tersebut terlalu besar, mengingat luas dan kapasitas bangunan yang ditangani.
"Itu gedung tiga lantai, bahkan sebagian tanggapan dari para konsultan dan pemerhati infrastruktur menilai nilai tersebut terbilang murah untuk kapasitas gedung yang direhabilitasi," klaim Andi Harun.
Dia juga memastikan bahwa fasilitas yang diperbaiki bukan merupakan sarana mewah atau eksesif bagi pejabat tertentu.
Perbaikan difokuskan pada sarana penunjang operasional agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas
-
Perempuan di Samarinda Ulu Ditembak Senapan Angin, Pelaku Dibekuk
-
Anggota TAGUPP Kaltim Minta Maklumi 'Kekeliruan Lidah' Gubernur Rudy Mas'ud
-
BRILink Agen Berpeluang Besar Raih Reward Emas dari BRI, Cukup Akuisisi 10 Nasabah Baru
-
Sempat Terjadi Keributan, Polresta Balikpapan Hentikan Sementara Izin Kegiatan PSHT