Scroll untuk membaca artikel
Sapri Maulana
Selasa, 30 Maret 2021 | 18:36 WIB
Wali Kota Samarinda Andi Harun menunjukkan daftar hadir pegawai honorer DPRD Samarinda, ia menduga ada dugaan manipulasi terhadap keabsenan. Sebab, absen sore sudah diisi sebelum waktunya dan banyak pegawai tak nampak. [Istimewa/SuaraKaltim.id]

"Ini akan kami evaluasi dalam kurun waktu satu minggu kedepan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu alasan ketidakhadiran sejumlah penjabat karena pegawai karena kebijakan work from home (WHF).

Tetapi kata Agus Tri bahwa kebijakan itu lagi dievaluasi.

Dia mengakui memang sebelumnya ada beberapa anggota dewan yang terpapar Covid-19 kemudian ada beberapa staf sekretariat juga.

Baca Juga: Dugaan Absen Siluman, DPRD Samarinda Ungkap Sulitnya Tertibkan Honorer

Akhirnya sempat beberapa staf isolasi mandiri.

Namun kebijakan itu sudah dicabut. Tidak berlaku semenjak kepemimpinan Andi Harun.

Diisyaratkan WFH itu tidak secara mutlak karena betul-betul melihat tingkat risiko.

"Tapi sebagian besar hal ini (ketidakhadiran) terjadi karena betul-betul tidak disiplinnya pegawai," tutupnya.

Kontributor : Jifran

Baca Juga: Wali Kota Andi Harun Sidak ke DPRD Samarinda, Kaget Liat Absensi

Load More