SuaraKaltim.id - Jenazah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 nekat dibawa pihak keluarga dari rumah sakit di Samarinda untuk dimakamkan di Kabupaten Berau. Saat di perjalanan, langsung ditahan oleh tim satgas, diminta kembali untuk dimakamkan di pemakaman Covid-19 di Samarinda.
Kejadiannya bermula saat pasien yang berdomisili di kecamatan Sambaliung, Berau itu tengah dirujuk di RSUD AW. Syahrani, sejak 26 April 2021.
Dinyatakan meninggal dunia pada 4 Mei, pukul 13.34 Wita. Dengan diagnosis terkonfirmasi positif.
Saat itu kedua belah pihak bersepakat untuk dimakamkan sesuai protokol kesehatan.
Pasien langsung dipulasarkan, dimasukan dalam peti. Namun sebagian keluarga pasien keberatan dan meminta untuk dibawa pulang ke Berau.
"Pihak keluarga menolak untuk dikubur di Samarinda. Maunya dikubur di Berau. Karena merasa tidak ada pengakuan positif. Kemudian tanda tangan pernyataan menolak dikuburkan. Pihak RS tugasnya sampai pulasaran aja, pemakaman tanggung jawab BPBD," kata Direktur RSUD AWS Samarinda dr David Hariadi Masjhoer, Rabu (05/05/2021) melalui telepon seluler.
Dari rumah sakit meminta pihak keluarga untuk menghubungi BPBD Berau.
Kata dr. David pihak keluarga mengaku telah menghubungi BPBD Berau, karena itu selesai dipulasarkan sesuai protokol covid, pihaknya izinkan dibawa ke Berau.
"Staff RS mengatakan sudah memberikan berkas hasil PCR pada saat jenazah mau dibawa pulang.
Baca Juga: Isolasi Pemudik Ngeyel di Tempat Angker, Kapolres Bogor: Siang Aja Ngeri
Sementara itu Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Irfan saat dikonfirmasi mengaku saat malam sekitar Pukul 09.00 dirinya ditelpon satgas Berau, mengkonfirmasi kebenaran pasien berusia 66 tahun itu telah disetujui satgas Covid-19 di Samarinda.
"Saya bilang kalau baru tau dari bapak, lalu saya minta datanya, kemudian saya telusuri kerumah sakit, dapat info ternyata ketika saya telponan itu jenazah baru saja keluar dari rumah sakit langsung dibawa, menggunakan salah satu ambulance relawan," bebernya.
Atas hal tersebut dirinya langsung koordinasi dengan BPBD Berau, mereka juga bersikeras tidak mau menerima karena secara aturan mutasi jenazah tidak boleh.
"Pihak Berau akhirnya menghubungi juga BPBD sanggata untuk memblok disana, sekitar pukul 23.00 Wita, ditahan oleh pihak Polsek Teluk Pandang, Kutim. Disitulah intens komunikasi dengan semua satgas.
Mobil disuruh tunggu di teluk pandang hingga semua sepakat, lalu balik lagi,"tuturnya.
Ivran bercerita, Mulanya memang keluarga pasien menolak, memaksa mau bawa pulang karena infonya tidak ada bukti hasil Swab.
Berita Terkait
-
Isolasi Pemudik Ngeyel di Tempat Angker, Kapolres Bogor: Siang Aja Ngeri
-
PDIP: Pemerintah Tak Prioritaskan Pendidikan dalam Penanganan Covid-19
-
Alasan Suplemen Vitamin D Wajib Dikonsumsi Pasien Covid-19
-
Blak-blakan! Nadiem Ungkap Permasalahan Sekolah Online Selama Pandemi
-
Seberapa Sering Penyintas Covid-19 Bisa Donor Plasma? Simak Kata Ahli
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud