SuaraKaltim.id - Peristiwa pembunuhan sadis terhadap ibu dan anak yang dilakukan seorang kepala keluarga berinisial AH hingga kini masih belum terungkap motifnya. Bahkan pelaku mengaku tidak ingat dengan perbuatan keji yang dilakukan terhadap keluarganya.
Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Welly Djatmono mengemukakan, kepada petugas yang memeriksa, pelaku mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi saat peristiwa tersebut berlangsung.
“Untuk motifnya belum bisa terungkap karena pelaku tidak ingat apa yang sudah dilakukan, bahkan minta waktu untuk ingat-ingat,” jelasnya seperti dilansir Kaltimtoday.co-jairngan Suara.com.
Kasus pembunuhan terhadap MK (28) dan anaknya yang masih berusia di bawah satu tahun terjadi pada Minggu (13/6/2021) petang.
Sebelumnya, pembunuhan sadis yang terjadi di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Minggu (13/6/2021) malam benar-benar mengejutkan warga sekitar. Lantaran di dalam rumah pelaku, warga menemukan kondisi istri dan anak korban sudah meninggal dunia.
Kondisi kedua korban ditemukan dalam keadaan miris, lantaran sang istri dan anak ditemukan bersimbah darah di kediaman tersebut. Dari foto yang diterima Presisi.co-jaringan Suara.com, perempuan yang diketahui berusia sekitar 30 tahun menggunakan daster bercorak putih-biru mengalami luka berat di kepala.
Sedangkan sang anak yang ditemukan di ayunan yang sudah dibanjiri darah di ruang tengah rumah.
Kapolsek Bengalon AKP Slamet Riyadi mengatakan, sang suami yang diperkirakan berusia 30 tahun diduga melakukan pembunuhan dan kini sudah ditangkap jajaran Polsek Bengalon.
"Saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saya sekarang masih mengurus jenazah korban," terang AKP Slamet Riyadi, saat dikonfirmasi awak media.
Baca Juga: Pembunuhan Sadis di Kutim, Istri Luka Berat di Kepala Hingga Ayunan Anak Dibanjiri Darah
Sedangkan untuk motif pembunuhan, kepolisian masih melakukan pendalaman dari keterangan suami dan temuan di tempat kejadian.
"Masih kami dalami. Bisa saja itu bunuh diri," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud