SuaraKaltim.id - Kasus Covid-19 yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukan tren peningkatan. Dari catatan Satgas Penanganan Covid-19 pada Selasa (22/6/2021), jumlah kasus Covid-19 ada 245 orang.
Walau terjadi peningkatan, Gubernur Kaltim Isran Noor mengklaim, jika keterisian tempat tidur di rumah sakit dan ruang isolasi atau bed occupansy ratio (BOR) masih tergolong rendah, yakni 20 persen.
“Jadi BOR kita masih bagus secara nasional bila dibandingkan daerah lain. Di Pulau Jawa termasuk di Jakarta sudah menggunakan koridor-koridor akibat lonjakan kasus Covid-19,” katanya seperti dilansir Antara di Samarinda.
Meski begitu, Isran mengimbau agar penanganan Covid-19, bukan semata tanggung jawab pemerintah. Namun dia mengemukakan, semua stakeholders, swasta maupun masyarakat, untuk bersama-sama melakukan pencegahan.
Baca Juga: BOR Rumah Sakit Tinggi, Layanan Isolasi Mandiri Jadi Pilihan Lain
Diakuinya, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim dan kabupaten/kota terus berkoordinasi dalam upaya menekan angka penularan virus.
“Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) skala mikro, termasuk pelaksanaan protokol kesehatan dengan 5M, tetap memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, kepala daerah untuk bersama-sama dan bersinergi mengajak masyarakat tetap waspada dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi. Hal itu penting karena ancaman penularan dan penyebarannya masih terjadi.
“Semuanya harus tetap waspada, tidak boleh lengah dan lalai, serta tidak boleh menyepelekannya. Tetap utamakan protokol kesehatan,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (22/6/2021) terjadi cukup signifikan. Tercatat ada tambahan 245 kasus positif Covid-19 dengan jumlah kasus kematian ada lima warga.
Baca Juga: Kisruh Gedung SMA 10 Samarinda dan Yayasan Melati, Gubernur Kaltim: Sekolahnya Dipindah
Dari catatan Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, ada dua daerah peningkatan kasusnya tinggi, yakni Kota Balikpapan dengan 79 kasus dan Bontang 70 kasus. Sedangkan Kota Samarinda terdapat 24 kasus dan Kabupaten Berau 20 kasus.
Berita Terkait
-
Miris! Sumur Bor Tak Tertutup Renggut Nyawa Balita di India
-
Mantan Gubernur Kaltim Wafat, KPK Bakal Terbitkan SP3
-
Kompak Korupsi, Eks Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Anaknya Diperiksa KPK Hari Ini
-
Diduga Terkait Korupsi, Rumah Awang Faroek di Samarinda Digeledah KPK
-
Penyaluran Sumur Bor Jadi Solusi Efektif Berikan Air Bersih ke Masyarakat NTB yang Dilanda Kekeringan
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN