Denada S Putri
Minggu, 08 Agustus 2021 | 08:40 WIB
Ilustrasi obat dan apotek. (Dok: Istimewa)

SuaraKaltim.id - Sebuah studi laboratorium menemukan, obat yang biasa digunakan untuk mengatasi kolesterol tinggi, mampu menurunkan infeksi Covid-19 hingga 70 persen.

Para ahli pun telah melakukan uji klinis, terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Tim peneliti dari Inggris dan Italia menerbitkan temuan ini di jurnal Frontiers in Pharmacology, menemukan bahwa fenofibrate dan asam fenofibrat menghasilkan penurunan risiko infeksi Covid-19 dalam sel manusia yang cukup signifikan.

Dr. Elisa Vicenzi dari San Raffaele Scientific Institute di Milan, mengatakan bahwa fenofibrate berpotensi mengurangi tingkat keparahan gejala dan penyebaran Covid-19.

"Mengingat fenofibrate adalah obat oral yang sangat murah dan tersedia di seluruh dunia, bersama dengan sejarah luas penggunaan klinis dan profil keamanannya yang baik, data kami memiliki implikasi global," kata Dr Elisa dikutip dari Fox News.

Tim peneliti menyerukan uji klinis tambahan untuk mengeksplorasi penggunaan obat, sebagai terapi Covid-19 yang potensial. Sekaligus mencatat penelitian yang sedang berlangsung di University of Pennsylvania dan Hebrew University of Jerusalem.

Ilustrasi kolesterol tinggi (Unsplash)

Dr. Farhat Khanim dari University of Birmingham dan penulis studi terkait, mengutip Covid-19 yang memicu peningkatan tingkat infeksi dan kematian di negara-negara di seluruh dunia.

"Saat ini program vaksin Covid-19 diharapkan bisa mengurangi tingkat infeksi dan penyebaran virus corona dalam jangka Panjang. Tapi, kami masih perlu mencuri tahu obat potensial yang bisa mengobati pasien Covid-19," jelasnya.

Meskipun, vaksinasi sekarang ini telah terbukti menurunkan tingkat infeksi dan keparahan gejala Covid-19. Tapi, mereka belum yakin dengan tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 dan lamanya kekebalan itu bertahan.

Baca Juga: Positif COVID-19, Jesse Lingard Mengaku Patah Hati

Dr Alan Richardson, dari Universitas Keele di Inggris, mengatakan terapi juga masih sangat dibutuhkan untuk menangani pasien Covid-19 yang mengalami gejala parah dan memerlukan rawat inap.

Obat kolesterol ini sendiri disarankan untuk menghambat produksi sitokin yang berbahaya terkait dengan infeksi Covid-19 dan mengatasi peradangan saluran napas.

Load More