SuaraKaltim.id - Kekayaan alam Benua Etam tentu saja memiliki potensi. Namun, terkadang beberapa peluang tak begitu dilirik oleh masyarakat.
Upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi di sektor kerajinan pun di lakukan pemerintah. Seperti Forum Koordinasi Temu Usaha Perdagangan antara Kalimantan Timur (Kalsel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebanyak 12 pelaku usaha Kaltim mengunjungi Kampung Purun di Jalan Purnawirawan Palam Tanggul, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
"Ibu-ibu di sini bagus, kreatif. Jadi tanaman liar yang namanya purun bisa diolah jadi anyaman yang bisa dijual mahal," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltim HM Yadi Robyan Noor, dilansir dari rilis yang diperoleh pada Rabu (20/10/2021).
Purun merupakan jenis rerumputan yang tumbuh liar di daerah rawa dan sungai. Rumput liar itu diambil lalu dijemur hingga kering. Setelah itu ditumbuk menggunakan kayu yang digerakkan pakai mesin. Setelahnya, baru bisa dianyam menjadi produk berkualitas dan bernilai tinggi.
Ketua Kelompok Usaha Kerajinan Anyaman Purun Galoeh Bandjar Jalan Purnawirawan Palam Tanggul Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Rahimah menyebutkan jika bahan anyaman tidak sulit dicari karena purun ada di sekitar mereka.
"Bahan tidak sulit, tidak pernah habis bahkan melimpah. Makanya, untuk produk yang sederhana seperti tas-tas kecil kami masih bisa jual Rp 5 ribu per buah," kata Rahimah.
Sedangkan untuk tas yang sudah menggunakan bordir, kain dan resleting bandrolnya bisa sampai Rp 150 ribu. Sedangkan tikar dengan bahan purun yang berkualitas bisa dijual hingga kisaran Rp 500 ribu per lembar.
Omzet mereka termasuk pesanan dari luar daerah seperti Jawa dan Bali, bisa mencapai puluhan juta setiap bulannya. Rombongan juga mengunjungi kelompok usaha kerajinan lainnya yakni Galoeh Tjempaka pimpinan Salasiah dan Al Firdaus pimpinan Siti Maryana.
"Saya pikir Kaltim juga memiliki tanaman liar seperti purun dan enceng gondok yang banyak juga tumbuh di rawa-rawa. Jika kreatif, ini akan jadi barang bernilai dan menambah kesejahteraan keluarga," tutup mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim itu.
Baca Juga: Berpotensi Hujan Ringan dan Sedang, Ini Prakiraan Cuaca di Kaltim 19 Oktober 2021
Rombongan Kaltim yang didampingi Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani dan Ketua Tim Gubernur Untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3) Provinsi Kaltim Adi Buchari Muslim juga mengunjungi Diyang Kinjut Sasirangan Landasan Ulin Banjarbaru. Di sini, mereka kembali menyaksikan produk-produk berkualitas yang dimulai dengan inovasi dan kreativitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat