Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Selasa, 02 November 2021 | 07:30 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat berkunjung ke Malang [Foto: Antara]

SuaraKaltim.id - Pencopotan tujuh pejabat kepolisian dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Hal itu ia lakukan sebagai bukti bahwa ia memegang komitmennya untuk melakukan pembenahan internal dalam tubuh Polri.

Berkaitan dengan hal itu, semuanya tertuang dalam surat telegram nomor  ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021, ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri, yang diterima awak media pada Senin malam (1/11/2021).

Dari tujuh pejabat tersebut, diketahui 6 di antaranya adalah Kapolres dari beberapa daerah, termasuk AKBP Saiful Anwar, Kapolres Nunukan Polda Kaltara yang dipindahkan ke Pamen Yanma Polri dalam rangka evaluasi jabatan. Pencopotan AKBP Saiful Anwar itu, diduga terkait aksinya yang memukul salah satu bawahannya dalam sebuah acara resmi.

Melansir dari Suara.com, berikut daftar 7 pejabat kepolisian yang dicopot dari jabatannya:

Baca Juga: Gelar Lomba Mural, Kapolri Tegaskan Polri Tidak Antikritik

  1. Kombes Pol Franciscus X Tarigan, Dirpolairud Polda Sulbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan)
  2. AKBP Deni Kurniawan, Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan)
  3. AKBP Dedi Nur Andriansyah, Kapolres Pasaman Polda Sumbar ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan)
  4. AKBP Agus Sugiyarso, Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan)
  5. Kelima, AKBP Jimmy Tana, Kapolres Nganjuk Polda Jatim ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).
  6. AKBP Saiful Anwar, Kapolres Nunukan Polda Kaltara ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan)
  7. AKBP Irwan Sunuddin, Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel ke Pamen Yanma Polri (dalam rangka evaluasi jabatan).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebutkan, Kapolri menunjukkan komitmennya melakukan pembenahan internal Polri agar semakin dicintai dan menjadi apa yang diharapkan oleh masyarakat.

"Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan Pak Kapolri, soal 'ikan busuk mulai dari kepala', kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga serta semangat dari konsep Presisi," katanya disadur dari sumber yang sama, Selasa (2/11/2021).

Menurutnya, komitmen Kapolri tersebut bertujuan untuk perbaikan Polri lebih baik lagi.

"Jelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan untuk menuju Polri yang jauh lebih baik lagi," ujar Argo yang dipromosikan sebagai Aslog Polri ini.

Dengan adanya keputusan tersebut, ia menegaskan, seluruh personel Polri harus mampu memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi dan melayani masyarakat dan anggota dengan sangat baik serta menjadi prioritas.

Baca Juga: Ketua DPR: Polri Jadi Tumpuan Rakyat untuk Menjaga Keamanan dan Ketertiban

Ia berharap, dengan adanya komitmen ini, bisa menjadi efek jera bagi siapapun personel Kepolisian yang melanggar aturan.

Load More