SuaraKaltim.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) pada hotel berbintang di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Oktober 2021 mencapai 62,40 persen. Dari angka tersebut, diperkirakan terjadi peningkatan 9,66 persen ketimbang September 2021 yang tercatat 52,74 persen.
"Dari seluruh kamar yang ada, rata-rata kamar yang terjual adalah 62,40 persen," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Wembri Suska melansir dari ANTARA.
Kenaikan TPK pada Oktober karena melandainya kasus Covid-19 di Benua Etam. Serta cakupan vaksinasi yang makin luas, sehingga hal ini berimbas pada menurunnya penerapan PPKM ke level 2 di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Dampaknya di perhotelan tamu pun meningkat.
Rincian dari TPK hotel berbintang yang sebesar 62,40 persen ini adalah untuk hotel bintang 1 pada Oktober 2021 dengan TPK 10,77 persen, naik 2,13 persen ketimbang September yang tercatat 8,64 persen.
"Pada hotel bintang 2 di bulan Oktober 2021 dengan TPK 55,49 persen, atau naik 6,64 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 48,85 persen, kemudian naik 14,87 persen ketimbang Oktober tahun sebelumnya yang hanya 40,62 persen," jelasnya.
Untuk hotel bintang 3 dengan TPK 65,01 persen, atau naik 8,41 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 56,60 persen, dan naik 13,30 persen ketimbang bulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya 51,71 persen.
Selanjutnya, hotel bintang 4 dengan TPK 66,70 persen, atau naik 10,28 persen ketimbang bulan sebelumnya yang sebesar 56,42 persen, serta naik 10,61 persen ketimbang bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 56,09 persen.
"Pada hotel bintang 5, di Oktober 2021 memiliki TPK 56,99 persen, atau naik 15,16 persen ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 42,83 persen, namun mengalami penurunan 0,83 persen ketimbang bulan yang sama tahun 2020 yang sebesar 57,82 persen," pungkasnya.
Baca Juga: Dari 7 Calon Sekprov Kaltim, 6 Orang Lolos, Didominasi Kepala Dinas Benua Etam
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar
-
Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan
-
Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB