SuaraKaltim.id - Aktivitas belajar tatap muka di kelas 8 SMP Negeri 1 Bontang harus dihentikan sementara waktu. Penyebabnya, lantaran salah satu murid di kelas 8 reaktif saat tes antigen acak, Senin (17/1/2022) kemarin.
Kepala Sekolah SMPN 1 Bontang Utara, Riyanto membenarkan salah satu pelajarnya mengikuti tes acak antigen ada yang positif Covid-19.
"Satu reaktif kelas 8," ujarnya melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (18/1/2022).
Usai ketahuan reaktif, sekolah terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka khusus di kelas murid tersebut. Sebanyak 34 pelajar di dalam kelas itu mengikuti pembelajaran secara daring, sembari menunggu hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) hingga 3 hari.
Kata dia, sembari mengistirahatkan satu kelas. Pihaknya masih menunggu hasil akurat dari tes PCR. Apabila dalam tiga hari hasil PCR belum keluar, maka Daring dilanjut hingga hasil itu keluar.
"Kita masih nenunggu hasil PCR tersebut," bebernya.
Diketahui, pelajar tersebut sebelumnya pernah terpapar virus Covid-19. Ia tertular dari keluarganya dan sembuh. Menurut Riyanto, kemungkinan imun kekebalan covid pada anak ini yang membuat hasil tes antigennya reaktif. Sehingga untuk melihat hasil akuratnya, kembali dilakukan tes PCR.
"Pengalaman yang ada dari terpapar Covid-19 itu juga masih ada sisa sisanya," tandasnya.
Untuk diketahui, pelajar SMPN 1 yang mengikuti tes acak swab antigen sebanyak 84 pelajar dari 24 kelas masing-masing perwakilan.
Baca Juga: Ada 12 Pekerja THM dan Pengunjung di Bontang Dites Narkoba, Ini Hasilnya
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'