SuaraKaltim.id - Usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengupas fakta dugaan pelanggaran di PT Energi Unggul Persada mendapat dukungan dari fraksi gabungan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Hanura (AN-Nur) DPRD Bontang.
Ketua Fraksi PAN dan Hanura (An-Nur), Ridwan mengaku, setuju DPRD membentuk Pansus untuk mengungkap fakta dari aktivitas perusahaan yang dinilai banyak memberi dampak negatif ke daerah.
Ia menganggap pembentukan Pansus itu akan membuat perusahaan mentaati aturan yang berlaku di Kota Bontang. Mulai dari perizinan, tanggung jawab sosial, ketenagakerjaan, dan dampak yang dimunculkan.
"Dari Fraksi An-Nur siap mengawal usulan pembentukan Pansus pengawasan perusahaan," katanya melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Senin (28/2/2022).
Ia menuturkan, setelah kunjungan ke kawasan perusahaan, tiga hari lalu. Ia bersama anggota komisi lainnya menemui banyak kejanggalan.
Mulai dari kerusakan lingkungan, kerusakan jalan yang diakibatkan truk bermuatan berlebih, yang tentu menjadi efek buruk bagi masyarakat khususnya Bontang Lestari.
"PT EUP dari awal sudah terlihat tidak kooperatif apalagi soal keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar," sambungnya.
Berita Terkait
-
Proyek Pengerukan Sungai di Bontang Molor, Padahal Nilainya Capai Rp 1,5 Miliar, Ini Alibi Dinas PUPR Kota Taman
-
PAN dan PKB Ingin Ada Penundaan Pemilu 2024, Pengamat Politik Bongkar Penyebabnya
-
Nestapa Edy Ayah 6 Anak di Lok Tuan yang Jadi Korban Kebakaran, Cuma Bawa Baju di Badan dan Berkas di Tas Selempang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas