Denada S Putri | Stephanus Aranditio
Kamis, 03 Maret 2022 | 17:49 WIB
Ilustrasi Tugu Titik Nol di IKN Nusantara, Kaltim. [Dok. Kementerian PUPR]

SuaraKaltim.id - Perpindahan penduduk ke Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim disebut bakal terjadi. Sedikitnya ada 1,9 juta orang yang akan menjadi warga IKN Nusantara.

Hal itu dibeberkan oleh Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionl (PPN)/Bappenas Velix Vernando Wanggai. Ia menyebut, penambahan jumlah penduduk itu bakal terjadi secara bertahap.

Terwujudnya pun akan memerlukan waktu. Yakni di 2045, sebagai rencana panjang pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara.

"Desain kotanya, dalam konteks rencana induknya adalah sekitar 1,7 hingga 1,9 juta penduduk yang didesain untuk menempati wilayah di ibu kota," katanya, Kamis (3/3/2022).

Menurutnya, antisipasi pemindahan jutaan orang ini sudah berdasarkan studi tata kota terhadap negara yang pernah melakukan perpindahan ibu kota. Yaitu Kazakhstan, tepatnya di Nursultan.

Ia menjelaskan, desain jumlah penduduk di Nursultan sedianya ditargetkan mencapai 300 ribu orang. Jumlah itu bakal terus bertambah seiring berjalannya waktu sampai pada jumlah 1 juta orang.

"Kami menyadari bahwa memang harus diantisipasi sebuah skenario jumlah penduduk," ujarnya.

Namun, ia belum menjelaskan skenario yang akan disiapkan Bappenas untuk mengatasi pertambahan jumlah penduduk IKN Nusantara ke depannya. Selain itu, terdapat sejumlah hal yang menjadi pencapaian utama atau target perwujudan IKN Nusantara di tahun tersebut.

Di antaranya, pembangunan infrastruktur dasar yang utama. Seperti air dan energi untuk penduduk awal. Kemudian, membangun sarana utama, seperti Istana Kepresidenan, perkantoran dan perumahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Baca Juga: Persoalan Batas Wilayah Menghantui Kaltim, Pemprov Rencana Tuntaskan Masalah itu Jelang Pembangunan IKN Nusantara

"Selanjutnya, pemindahan tahap awal juga dilakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk TNI-Polri," tandasnya.

Load More