SuaraKaltim.id - Jumlah pasien yang menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat (Isoter), Rusunawa Guntung terus bertambah. Data terbaru jumlah warga yang dirawat di sana sebanyak 31 orang. Mayoritas dari mereka merupakan pekerja industri di Bontang.
Berdasarkan data Promotor Kesehatan, soal ketersediaan tempat tidur di Bontang per, Rabu (2/3/2022) kemarin masih relatif aman. Dari total 15 tempat ICU yang tersedia di 3 Rumah Sakit saat ini dihuni sebanyak 4 orang. Sedangkan, tempat isolasi yang disiapkan oleh 5 Rumah Sakit berjumlah 110 tempat sudah terisi 68 orang.
Penanggung Jawab Isoter di Rusunawa Guntung, dr Irzal, mengatakan saat ini hanya tinggal 29 tempat tidur yang disiapkan khusus pasien yang memiliki gejala ringan, sedang, dan masa pemulihan. Dengan ketersediaan yang menipis. Rencananya akan dilakukan penambahan tempat tidur.
"Iya, kalau dilihat sudah 62 persen terisi. Jika ada yang ingin masuk dan tempat tidurnya kurang pasti akan ditambah," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Kamis (3/3/2022).
Selanjutnya, hari ini bakal kembali bertambah satu orang yang juga merupakan pekerja salah satu perusahaan. Nantinya, akan langsung dijemput menggunakan ambulance dan dibawa ke tempat isoter.
Selama menerima pasien isolasi, belum ditemukan kendala yang berarti. Semua ketersediaan penunjang masih stabil dan masih terkendala.
"Nanti sore ada lagi masuk. Dari pekerja juga, kalau disini semua pasien dikontrol dan diberikan pasokan vitamin serta obat-obatan," terangnya.
Diketahui, setiap masyarakat yang ingin dirawat di isoter terlebih dahulu menghubungi puskesmas terdekat dan mendapat rekomendasi.
Setelah itu baru mereka akan dijemput di rumahnya. Setelah 10 hari pasien dirawat dan tidak ada gejala, maka mereka diperkenankan untuk pulang.
Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Kota Surabaya Turun 1.348 Kasus
Sedangkan pasien yang hanya ingin 5 hari isolasi. Mereka terlebih dahulu melakukan swab PCR, saat dinyatakan negatif pun diperkenankan pulang.
"Aturan itu sesuai dengan regulasi Kemenkes. Kalau 10 hari yah mereka dicek dulu kesehatannya, jika tidak ada gejala boleh saja pulang," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Klarifikasi Pemprov Kaltim Terkait Flyer Debat Rudy Mas'ud vs BEM KM Unmul
-
Polisi Viral Merokok Sambil Nyetir: Saya Berjanji Takkan Mengulangi Lagi
-
Oknum Polisi Viral Nyetir Sambil Merokok di Banjarmasin Terancam Sanksi
-
Berpangkat AKBP, Polisi Ngeyel Ditegur Merokok Sambil Nyetir Akhirnya Minta Maaf
-
Klarifikasi Lagi! Pemprov Ungkap Isu Rehab Rumah Dinas Gubernur Kaltim Rp25 Miliar