SuaraKaltim.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim akan turun tangan dalam mencari sebab terjadinya serangan buaya di Kelurahan Bontang Kuala. Untuk diketahui, subuh tadi terjadi peristiwa warga yang diserang buaya, Kamis (3/3/2022).
Kepala Seksi Wilayah II Tenggarong, Kutim dan Bontang, BKSDA Kaltim Suryadi mengatakan, telah menerima laporan serangan buaya. Untuk itu, dalam waktu dekat tim akan bergerak dan akan menyisir laut Bontang Kuala.
Langkah itu diambil untuk mencegah bertambahnya korban terkaman akibat buaya. Ia pun memastikan akan bertindak secepat mungkin.
"Dalam 1x24 jam ini kami akan turun menanggapi laporan yang masuk," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, di hari yang sama.
Ia melanjutkan, jenis buaya yang memang sering kali muncul ke pemukiman warga merupakan jenis buaya muara. Hal itu dikarenakan, buaya tersebut kehilangan habitatnya.
Sementara untuk diketahui pula, Kota Bontang belum memiliki penangkaran buaya. Padahal, beberapa kali kasus penyerangan buaya acap kali terjadi di wilayah pesisir Kota Bontang.
BKSDA Kaltim beranggapan Pemkot bisa saja mengusulkan penangkaran buaya jika dinilai urgen. Usulan itu nantinya bisa diteruskan melalui Kementerian Kehutanan.
"Bisa saja usulkan ke Kemenhut. Apalagi, sudah sering terjadi. Kami bertugas hanya mengevakuasi dan membawa buaya itu ke penangkaran yang tersedia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya