SuaraKaltim.id - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan menyatakan, berdasarkan peta risiko nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kota Minyak masuk zona kuning.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty belum lama ini. Bahkan katanya zona kuning di Balikpapan tersebut berdasarkan data.
“Data Covid-19 pada minggu ke-28 di mana pada peta risiko nasional Kemenkes bahwa Balikpapan berada pada daerah dengan risiko rendah atau zona kuning,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Selasa (19/7/2022).
Kondisi itu berbeda dengan info grafis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim. Di mana data tersebut menyebutkan, Balikpapan masuk zona merah. Karena indikatornya jumlah positif Covid-19 di atas 500 kasus.
“Sampai tadi malam kami cek lagi assesment siatuasi Kemenkes harian tanggal 16 Juli yang suidah tampak bahwa posisi Balikpapan secara harian berada di level 2 (PPKM),” ucapnya.
Sehingga dia menegaskan, untuk izin kegiatan di masyarakat semuanya berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Bukan pada info grafis yang diterbikan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim.
“Sementara info grafis Provoinsi kita ada di zona merah. Jadi ini yang perlou diluruskan ke masyarakat bahwa di dalam pengambilan keputusan atau rekomnendasi kegiatan mengacau pada Inmendagri bukan pada zonasi info grafis Satgas Covid-19 Kaltim,” jelasnya.
Dia menjelaskan, sejauh ini Kecamatan Balikpapan Utara masih yang tertinggi. Kemudian Kecamatan Balikpapan Tengah dan Kecamatan Balikpapan Barat. Untuk Kelurahan Gunung Samarinda Baru.
“Daerah-daerah yang tertinggi di Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Utara mengalami peningkatan tertinggi pada minggu ini, Balikpapan Tengah dan Barat. Kelurahan terbanyak Gunung Samarinda Baru dan Gunung Samarinda serta Sepinggan,” bebernya.
Baca Juga: Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim Bertambah 17 Orang, Bontang Zona Oranye
Dia melanjutkan, adapun pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit hingga saat ini sebanyak 9 orang dan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 63 orang. Tertinggi klaster keluarga.
“Kelompok kasus yang terbanyak masih dari perjalanan yang membentuk klaster, terutama keluarga-keluarga yang pulang liburan, dan pekerja-pekerja tambang dan migas yang melakukan skriking,” katanya.
Dia menambahkan, berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa daerah yang bisa merelaksasi kegiatan adalah yang berdasarkan perhitungan rasio penularan atau RO-nya di bawah 1.
“Jika RO di atas 1 maka daerah perlu melakukan pembatasan, jika di bawah 1 boleh melakukan relaksasi kegiatan dan sampai tadi posisi kita ada di 0,93 artinya RO Balikpapan belum melampaui 1,” imbuhnya
Tracing dan testing terus dilakukan sebagai upaya pengendalian Covid-19. Hingga sepekan ini sudah sebanyak 4.186 yang melakukan tes antigen dan sebanyak 2.796 yang melakukan tes PCR.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'