SuaraKaltim.id - Sebelum melaksanakan pembangunan rumah sakit di Baru Ulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengklaim telah menganggarkan biaya untuk pemberian santunan ke warga.
Direktur RSIA Sayang Ibu, Sita Kurianto mengatakan, total ada 17 Kepala Keluarga (KK) terdampak yang mendapatkan santunan, hanya saja sudah tersalurkan baru untuk 5 KK dengan nominal total sebesar Rp 326.950.000.
“Jadi masih ada 12 KK yang belum mau menerima santunan yang diberikan Pemkot Balikpapan,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Sabtu (30/7/2022).
Kata Sita, pemberian dana santunan tersebut melalui kajian perhitungan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), berdasarkan Peraturan Menteri ATR Nomor 6 tahun 2020.
“Kendalanya masih ada warga yang belum bersedia mengambil dana santunan,” akunya.
Dia menuturkan, Pemkot sudah menyampaikan secara resmi melalui surat kepada warga bahwa uang santunan untuk mereka yang belum mengambil, sementara dititipkan di bank persepsi.
“Jadi bila mereka akan mengambil bisa menghubungi kami,” imbuhnya.
Prinsipnya, Pemkot Balikpapan membayarkan santunan sesuai dengan kajian yang telah dilakukan oleh KJPP. Mungkin bisa dicermati apa-apa saja yang menjadi dasar perhitungan dengan melihat di PerMen ATR.
“Diantaranya adalah luasan bangunan yang berdiri di atas lahan, dan tanam tumbuh,” pungkasnya.
Baca Juga: Pemkot Balikpapan Siap Eksekusi Lahan Pembangunan Rumah Sakit di Baru Ulu
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas