SuaraKaltim.id - Sejak pagi hari Ahmad sudah mulai membentangkan bendera di kawasan Jalan Soekarno-Hatta km 0,5 Balikpapan. Ukurannya bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga 5 meter.
Bendera itu dipajang Ahmad untuk menarik perhatian pengendara. Hampir setiap tahunnya Ahmad berjualan bendera merah-putih setiap menyambut HUT RI.
Tahun ini pertama kalinya dia kembali jualan setelah sebelumnya meski berdiam diri di rumah karena pandemi Covid-19 yang menghantam hampir seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah bisa jualan lagi. Tahun kemarin tidak jualan, karena pandemi juga tidak ada kegiatan kan 17-an Agustus. Jadi bersyukur sekali bisa jualan," katanya kepada Suara.com, Rabu (10/8/2022).
Harga bendera yang dijual cukup bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu untuk ukuran kecil, hingga Rp 425 ribu. Selain bergantung pada ukuran bendera, perbedaan harga juga berdasarkan motif hingga bahan kain bendera.
"Paling banyak dibeli itu yang ukuran kecil untuk dipajang di mobil atau motor," tambahnya.
Bendera merah-putih yang dijual Ahmad didapatkan dari Garut, Jawa Barat (Jabar). Biasa untuk berjualan selama 16 hari, Ahmad pesan barang hingga 70 kodi atau 1400 lembar bendera dari berbagai jenis ukuran dan bentuk.
"Saya jualan dari 31 Juli sampai 16 Agustus saja. Karena kan ini momentumnya HUT RI," tambah Ahmad.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menghimbau kepada penjual bendera agar tidak menggunakan badan jalan maupun trotoar.
Baca Juga: Pemkot Bandung Ingin Kurangi Perkara di Pengadilan dengan Siapkan Ruang Mediasi
Terkait hal itu Ahmad mau tidak mau mengikuti aturan pemerintah jika memang diberlakukan. Hanya saja, ia sangat menyayangkan lantaran selama ini ia tidak mengganggu lalu lintas.
"Apalagi kita ini kan jualannya cuma 16 hari aja. Setahun sekali saja jualan, karena momen HUT RI. Ya kalau mau dibuat aturan seperti itu ya harus kira ikutin. Tidak masalah yang penting kan dagangan tidak diangkut," harapnya.
Hal serupa juga diungkapkan Zulkarnaen, penjual bendera merah-putih di kawasan Jalan Letjend Soeprapto Balikpapan Barat.
Tindakan tersebut menurutnya dibuat untuk ketertiban umum tetap terjaga. Tetapi dia meminta Pemkot Balikpapan memberikan keringanan mengingat sudah dua tahun dia tak memeriahkan HUT RI dengan berjualan bendera.
"Kan kita ini cuma rakyat kecil, kalau ada aturan ya harus patuh. Cuma ya kalau bisa dikasih toleransi, karena kan tahu sendiri sudah dua tahun kita tidak jualan. Kita jualan ini kan sebagai bentuk nasionalisme juga," ungkap Zulkarnaen.
Sebelumnya pemkot Balikpapan melalui Kepala Satpol PP Zulkifli mengimbau agar para pedagang tidak berjualan di fasilitas umum seperti trotoar. Apalagi trotoar sendiri merupakan hal pejalan kaki.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng