SuaraKaltim.id - Pengerjaan megaproyek Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal di Balikpapan beberapa hari terakhir ini tengah jadi perbincangan publik. Terlebih progres pengerjaan proyek pengendalian banjir tersebut belum mencapai 30 persen. Sesuai dengan target yang dipasang kontraktor akhir tahun ini.
Megaproyek yang menelan anggaran sekira Rp 143 miliar itu dikerjakan oleh PT Fahreza Duta Perkasa selaku kontraktor proyek tersebut. Pada kenyataannya progres pengerjaan DAS Ampal baru mencapai 0,9 persen.
Situasi turut mendapatkan perhatian dari pengamat kebijakan publik, Hery Sunaryo. Menurutnya ada beberapa persoalan yang mesti terjawab dalam pelaksanaan megaproyek tersebut. Dengan anggaran yang fantastis semestinya pelaksanaan proyek itu bisa melibatkan kontraktor lokal.
"Kenapa tidak dipecah anggarannya, kan ada beberapa titik. Walaupun satu DED bisa dipecah. Akan ada 10 hingga 11 kontraktor lokal yang bisa ikut bersaing di proyek ini. Persoalan ini gelondongan maka jadi pertanyaan. Kalau kita libatkan pengusaha lokal mereka akan berhati-hati," ujarnya kepada jurnaslis media ini, Jumat (18/11/2022).
Dia pun memperingatkan kepada Pemkot Balikpapan baik eksekutif maupun legislatif dalam pemilihan PT Fahreza Duta Perkasa sebagai kontraktor pengerjaan DAS Ampal. Pasalnya dalam proses lelang proyek tersebut ada dua perusahaan BUMN yang ikut, namun kalah.
"Pemenang proyek ini pernah ada persoalan hukum bisa di searching di google. Untuk proyek ini kabarnya perusahaan BUMN yang ikut lelang tapi tidak menang. Kalau anggaran sebesar itu kalau ada jaminan yang bagus kenapa tidak BUMN saja," tambah Hery.
Progres pengerjaan DAS Ampal tersebut dinilai sangat rentan dalam pelanggaran hukum. Aparat penegak hukum dinilai Hery sudah bisa masuk turut mengawasi pelaksanaan proyek tersebut. Semua pihak mestinya bisa mempertanggungjawabkan mulai dari legislatif hingga eksekutif terutama Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud.
"Bayangkan pengerjaan yang mestinya 30 persen di Desember sementara sekarang masih 0,9 persen tidak sampai 1 persen ini jadi persoalan besar. Ini anggaran rakyat bukan anggaran pribadi," tegasnya.
Kontributor: Arif Fadillah
Baca Juga: Karyawan Kontraktor di Balikpapan Gasak HT Senilai Puluhan Juta Rupiah
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka