SuaraKaltim.id - Seorang bocah berusia 8 tahun di Kutai Kartanegara (Kukar) tewas. Tewasnya bocah malang tersebut diduga karena dianiaya ayah tiri. Korban disiksa dengan cara dibanting dan ditendang hingga tewas.
Melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (28/02/2023), Polsek Kembang Janggut, Kukar, telah menangkap pria berinisial R (28) yang merupakan ayah tiri korban. Dari pengakuan tersangka, penganiayaan dipicu pertengkaran pelaku dengan ibu korban berinisial L.
Malangnya, siswa kelas 1 SD itu justru menjadi pelampiasan pelaku hingga dianiaya sampai tewas. Kejadian tragis itu terjadi sejak 18 September 2022, namun baru dilaporkan ibu korban ke polisi awal Februari 2023.
Kapolsek Kembang Janggut AKP Rehard mengungkapkan, pelaku sempat melarikan diri ke Kabupaten Paser setelah mengetahui diburu polisi. Namun, keberadaanya terendus setelah Jatanras Polres Kukar dan IT Cyber Polda Kaltim melakuka trackking pergerakan tersangka.
ia kemudian berhasil dibekuk di Desa Bekoso, Kuaro, Paser. Dari hasil pemeriksaan awal, fakta di lapangan dan keterangan tersangka sesuai hingga akhirnya mengakui penganiayaan tersebut.
Setelah kami yakin memang ada kejadian tersebut, kami lakukan penangkapan. Tersangka sempat lolos dan melarikan diri ke Paser tapi berhasil ditangkap hingga akhirnya mengakui perbuatannya, katanya.
AKP Rehard menjelaskan, berdasarkan keterangan ibu korban dan pelaku, penganiayaan dipicu pertengkaran kedua orang tuanya tersebut.
Korban sedang tidur kemudian dibangunkan. Ditanya mau ikut ayah atau bunda dan dijawab bunda. Korban ditanya kembali sampai tiga kali dan mengubah jawabannya ikut ayah, mungkin karena takut, jelasnya, Senin (27/2/2023).
Jawaban tersebut justru membuat pelaku emosi dan membanting korban ke lantai hingga lima kali. Bahkan, korban buang air kecil karena kesakitan. Lantaran bau pesing, pelaku kemudian menyuruh korban mandi.
Baca Juga: Pengasuhnya Positif HIV, Anak-anak Panti Asuhan Fiisabilillah Palembang Diperiksa Ini Hasilnya
Namun, pelaku kemudian mengikuti korban ke kamar mandi dan diduga kembali melakukan penganiayaan hingga bocah malang itu muntah-muntah. Tak sampai di situ, pelaku kembali menendang korban karena kesulitan memakai baju hingga terpelanting ke dinding.
Pelaku kemudian mengikat korban dan istrinya dengan tujuan agar tidak bisa meminta bantuan tetangga. Posisi korban saat itu sudah merintih kesakitan, katanya.
Kesal karena terus merintih, pelaku kemudian mengusir korban keluar dari rumah. Tak lama berselang, pelaku menyuruh istri untuk menjemput korban kembali namun ditolak.
Akhirnya R pun mencari korban dan menemukannya lalu dibawa pulang. Saat itu, korban diduga kembali dianiaya lantaran dari pengakuan istri, korban terus berteriak meminta ampun kepada ayah tirinya.
Pagi-pagi, tersangka menyuruh korban mengusir ayam di teras rumah. Namun korban dipanggil-panggil tidak bangun, sudah tidak bergerak. Ketika dicek sudah tidak bernapas, ucapnya.
AKP Rehard menjelaskan, sejumlah warga yang ikut memandikan jenazah korban sudah curiga karena menemukan lebam di sejumlah bagian tubuh. Namun korban tetap dimakamkan dan tidak ada yang melapor ke polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu