SuaraKaltim.id - Gesang Arifiyanto. Sudah bermukim 20 tahun di sungai Margo Mulyo, Balikpapan Barat. Sungai itu merupakan terusan dari Teluk Balikpapan. Nantinya bermuara ke teluk. Banyak hutan mangrove. Selama itu juga Gesang menggantungkan hidup di sungai Margo Mulyo sebagai nelayan udang pancing.
Udang yang memang dijadikan umpan memancing. Warnanya putih, dan ukuran udang tersebut memang cukup kecil. Berbeda dengan udang ternak atau budidaya yang memang untuk dikonsumsi.
Selama jadi nelayan, beberapa tahun terakhir ini Gesang mulai gelisah. Lantaran tangkapan sudah mulai berkurang. Ihwalnya banyaknya sampah di sungai. Maka mau tidak mau dia mesti mengangkat sampah tersebut sebelum menjaring udang. Setelah dipinggirkan, baru dia bisa bisa menjaring udang.
"Kebanyakan memang sampah plastik. Baik itu botol-botol bekas minuman. Sampai sampah plastik yang dari kemasan makanan ringan. Jadinya percuma kita pinggirkan, terus mancing di situ lagi. Setiap hari. Jadinya tidak tuntas solusinya," ujarnya.
Sampah-sampah tersebut kemudian dibersihkan Gesang bersama nelayan lainnya. Ketika dikumpulkan, sampah kemudian dipilah. Dikumpulkan kemudian dijual ke penerima sampah melalui startup Cirowaste. Sementara sampah botol plastik dia kumpulkan dan dibuat menjadi perahu atau rakit.
"Kenapa saya jadikan rakit, itu karena saya berusaha mengangkat di Muara Margomulyo ini jadi area wisata yang memperhatikan lingkungan. Adanya rakit nanti memudahkan untuk menyusuri sungai Muara Margomulyo," ujar Gesang.
Rakit tersebut dibuat dengan gotong royong. Satu rakit membutuhkan waktu sebulan diselesaikan. Berbekal otodidak rakit terbuat dari botol itu dipadukan dengan kayu bambu agar bisa terapung. Ukuran satu rakit bisa menampung hingga lima orang dewasa.
"Kita dibantu dengan teman-teman. Kita cari tambahan di darat, teman-teman banyak kerja di darat. Ekowisata, wisata edukasi, dan wisata alam bisa di sini," kata pria yang pernah berprofesi sebagai penjahit ini.
Gesang sudah menjalani aktifitas barunya ini bersama nelayan lainnya. Dalam seharinya sampah bisa didapatkan seberat 15 hingga 20 kilogram. Mereka juga menyediakan bank sampah. Tak hanya sampah di laut, bank sampah itu juga menampung sampah dari warga sekitar.
Baca Juga: Jadwal Imsak untuk Wilayah Balikpapan, Samarinda dan Bontang Jumat 31 Maret 2023
"Setidaknya bisa ada tambahan juga untuk warga sekitar. Khususnya ibu-ibu yang bisa berikan uang jajan untuk anaknya," jelasnya.
Memang butuh perjuangan untuk mengampanyekan peduli sampah di laut. Mengingat muara Margomulyo berdampingan dengan pemukiman warga. Sehingga tak jarang, warga masih membuang sampah ke Muara Margomulyo.
"Butuh perjuangan. Dahulu banyak memang masyarakat yang melemparkan sampah ke laut. Sudah kita beritahu, jangan lempar ke laut, tapi buang ke tempat sampah. Saya buat tempat sampah ke tiap rumah sehingga mereka bisa buang disitu. Sekarang sudah tidak ada sampah, kalau dulu sudah bercampur campur," tegasnya.
Tak banyak harapan yang diinginkan Gesang. Adanya pasukan pembersih sampah laut sangat diperlukan, walau memang membutuhkan waktu yang lama. Mengingat di Balikpapan sebagian besar permukiman berada di pesisir Teluk Balikpapan.Seperti halnya di darat ada pasukan oranye. "Di laut mesti ada juga pasukan biru," jelasnya.
Kontributor: Arif Fadillah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Komitmen GCG dan Efisiensi BUMN Mendapat Dukungan dari Kalangan Pengamat
-
Kaltim Berusaha Jaga Harga Sawit Pasca Pidato Prabowo soal Ekspor Terpusat
-
QLola by BRI Hadir sebagai Strategi Cerdas Mengelola Payroll Perusahaan Secara Efisien
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Berbagai Keuntungan bagi Para Traveler, Yuk Cek di Sini!
-
BRI Perluas Investasi Syariah, Bersama Syailendra Capital Garap Reksa Dana: Return Tembus 7,58%