SuaraKaltim.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kukar berkomitmen dalam memenuhi pasokan darah. Kebutuhan darah yang cukup terbilang tinggi tidak selaras dengan pendonor yang cukup sulit dicari.
Sebab itu, PMI Kukar melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat hingga menerapkan sistem jemput bola kepada perusahaan, kantor-kantor pemerintahan, dan event-event besar.
Donor darah merupakan kegiatan yang dilakukan tanpa dipungut biaya apapun alias gratis. Namun, masih banyak masyarakat yang belum tertarik untuk menjadi pendonor.
Lantas, keuntungan apa saja yang didapat saat menjadi pendonor? Melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, ini beberapa manfaatnya jadi pendonor:
1. Mendeteksi suatu penyakit
Sebelum mendonor, akan dilakukan pemeriksaan gratis untuk mengetahui penyakit serius seperti HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan malaria agar darah yang disumbangkan aman.
Darah yang telah diambil akan masuk laboratorium untuk diperiksa apakah didalamnya terdapat penyakit tertentu atau tidak. Apabila darah terbebas dari penyakit, maka akan langsung disalurkan. Namun, apabila terdeteksi suatu penyakit, maka petugas akan menghubungi pendonor segera.
2. Menurunkan risiko penyakit jantung
Donor darah berdampak pada menurunnya risiko penyakit jantung hingga 88 persen. Zat gizi dalam darah akan meningkat setelah donor darah.
Kegiatan ini juga memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Detak jantung juga akan jauh lebih stabil pasca donor darah.
3. Meningkatkan produksi sel darah merah
Kegiatan ini dapat menstimulasi produksi sel darah merah. Pasca donor darah, sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah merah disertai hemoglobin yang baru dan sehat untuk menggantikan darah yang berkurang sebelumnya.
Baca Juga: Stok Darah Ada di Rumah Sakit, PMI Kukar: Penuhi Kebutuhan Darah Para Pasien
Proses penggantian ini berlangsung selama beberapa minggu. Setelah sel-sel darah baru terbentuk, tubuh kamu akan menjadi jauh lebih sehat dan bugar.
4. Menurunkan risiko kanker
Donor darah dapat mencegah penyakit kanker. Zat besi yang berlebih dalam peredaran darah mampu menimbulkan radikal bebas yang lebih tinggi sekaligus menjadi pemicu utama timbulnya sel kanker.
Kegiatan ini membuat zat besi dalam tubuh berkurang dan tidak melebihi yang semestinya. Risiko kanker pun bisa diminimalisir, termasuk kanker hati, paru-paru, usus besar, perut, dan tenggorokan.
5. Membantu menurunkan berat badan
Donor darah ternyata dapat membakar kalori, lho. Setiap 450 milimeter darah yang didonorkan bisa membakar sampai 650 kalori. Hal ini yang membuat badan jadi lebih ringan. Pastikan untuk selalu banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan sebelum melakukan donor!
Sekarang, kamu sudah tahu kan keuntungan yang didapat saat jadi pendonor darah. Kegiatan gratis tapi punya segudang manfaat kesehatan yang nggak main-main. Ayo, segera datang ke PMI atau rumah sakit terdekat di kotamu!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
Terkini
-
BRILink Rieche Endah Jadi Bukti Komitmen BRI untuk Dorong Inklusi Keuangan
-
Mutilasi Wanita dengan Mandau, Suami Siri dan Temannya Dibekuk di Samarinda
-
Remittance Migrant BRI Naik 27,7%, 1,2 Juta Agen Siap Layani
-
Disorot Prabowo, Pemprov Kaltim Jelaskan soal Mobil Dinas Gubernur
-
Prabowo Sorot Mobil Dinas Kepala Daerah Rp 8 M, Pengamat: Peringatan Keras untuk Diet Anggaran