SuaraKaltim.id - Masyarakat Tionghoa di Samarinda merayakan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili atau tahun baru China dengan meriah di Klenteng Tien Le Kong, yang terletak di Jalan Yos Sudarso, depan Pelabuhan Samarinda, Sabtu (10/2/24).
Perayaan Imlek diawali dengan berbagai ritual yang dilakukan oleh para penganut agama Konghucu. Mereka berkumpul untuk berdoa bersama dan memohon berkat kepada Tuhan serta leluhur. Salah seorang warga Samarinda etnis Tionghoa, Sui Ye Cin, menyampaikan bahwa tahun ini mereka memasuki Tahun Naga Kayu, yang dipercayai sebagai tahun yang penuh keberuntungan dan kemakmuran.
"Tahun ini, umat Konghucu memasuki Tahun Naga Kayu, yang kami yakini sebagai tahun yang penuh keberuntungan dan kemakmuran," kata Sui Ye Cin, seperti dikutip dari Antara.
Sui Ye Cin yang kini telah berusia 82 tahun mengaku telah rutin berdoa di Klenteng Tien Le Kong sejak dirinya masih kecil.
Baca Juga: Klarifikasi Andi Harun Diterima, Bawaslu Samarinda Hentikan Dugaan Pelanggaran Mobilisiasi Ketua RT
"Tradisi minta doa di klenteng ini sudah saya lakukan sejak kecil," katanya.
Meskipun ibadah seharusnya dimulai sejak pukul 00.00 Wita, namun karena Samarinda diguyur hujan deras pada saat itu, banyak umat Konghucu yang memilih datang pada siang hari untuk melaksanakan sembahyang.
Sui Ye Cin menjelaskan bahwa di klenteng ini, umat Konghucu memuja banyak dewa yang diyakini akan membantu mereka dalam segala hal. Selain berdoa, mereka juga membakar kertas-kertas yang berisi permintaan dan ucapan terima kasih kepada Tuhan.
"Selain berdoa di klenteng, kami juga memiliki tradisi lain untuk merayakan Imlek, yaitu berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, untuk makan siang bersama hingga bercerita," tambahnya.
Perayaan Imlek tidak hanya dijalani dengan ritual keagamaan, tetapi juga melibatkan momen kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman. Jennifer, seorang pemuda etnis Tionghoa berusia 18 tahun asal Samarinda, menyatakan bahwa Imlek adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu.
Baca Juga: Lima Caleg Muda Samarinda "Dihujani" Pertanyaan Kritis dalam Acara "Tumbuk Caleg"
"Selain mendapat angpau, saya juga bisa berkumpul dengan kerabat dan teman-teman yang jarang bertemu. Pokoknya seru deh," ujar Jennifer.
Berita Terkait
-
Tol di Sumatera, Kalimantan, dan Bali Dipadati Kendaraan! Ini Pemicunya
-
Wow! Stadion Segiri Berubah Total Usai Direnovasi 81 Miliar, Intip Perubahannya
-
Bukber Asyik di Samarinda & Balikpapan: Ini 5 Kafe serta Restoran Pilihan untuk Ramadan!
-
Unik! Masjid Arab di Tengah Pecinan Makassar, Jemaahnya Hanya Pria
-
Hutan Mangrove Lestari, Ekonomi Masyarakat Adat Kaltim Kuat Berkat Beasiswa Kemitraan Baznas
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN