Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Senin, 04 Maret 2024 | 17:00 WIB
Proyek pekerjaan Bendungan Sepaku. [ANTARA]

"Di beberapa tahap, ada tahap 1, 2, 3, 4 sampai 5. Untuk di tahap 1, memang fokusnya di area Istana (Garuda) dan sekitarnya itu progresnya sudah 75 persen dari tahap 1 yang sudah direncanakan. Kebetulan di kami ini, bertanggung jawab dengan alam atau untuk menciptakan Kota Hutan," akunya.

Ia mengklaim, progres yang mereka miliki bisa disebut 'lumayan'. Seperti melakukan korrdinasi lebih banyak untuk melakukan konservasi.

Ia mengaku memiliki beberapa program. Contohnya, untuk deforestasi, saat ini sudah mencapai 3.000 hektare. Lalu, konservasi.

"Tahap 1 ini kebetulan, sebagian besar di taraf kebijakan. Tentu sudah menyusun beberapa (kebijakan) termasuk mewujudkan bagaimana IKN sebagai Net Zero City, sebagai (kota) dengan keanekaragaman yang tinggi, melestarikan hayati dan bagaimana melestarikan kebijakan-kebijakan lainnya," timpalnya.

Baca Juga: Drama IKN, 9 Tersangka Dibebaskan Jelang Ramadhan, Proses Hukum Berlanjut

Ia mengatakan, untuk menciptakan IKN sebagai Forest City maka, 75 persen wilayah nanti ialah kawasan hijau. Di mana 65 persen tertutup hutan atau kawasan lindung dan 10 persennya merupakan kawasan pangan.

Ia menyebut, saat ini, kondisi di IKN yang tertutup hutan hanya 16 persen saja. Akan ada usaha lebih untuk bisa mewujudkan kota hutan seperti yang ia jelaskan sebelumnya.

"Yang berarti, kita perlu effort untuk melakukan deforestasi. Tentu saja bukan (waktu) yang setahun, dua tahun, tapi jangka panjang hingga 2045. Dan kebijkan kita untuk di lapangan, yang konkrit adalah kita melindungi hutan yang ada, yang tersisa, yang 16 persen tersebut, dengan tidak diapa-apakan. Di sisi lain kita ingin meningkatkan hutan dengan melakukan penanaman. Berharapnya itu menjadi kunci utama untuk mewujudkan 65 persen tadi," terangnya.

Ia mengklaim, dengan adanya IKN ini, pemerintah akan memperbaiki hutan di Kalimantan. Ia menjelaskan, sisa 16 persen hutan yang ada di IKN, bentuknya merupakan kebun, tanaman ekaliptus, tambang, ada perumahan, pemukiman, dan lain sebagainya.

Ia menyatakan, area pembangunan saat ini bukan berada di hutan alam atau hutan tropis. Pemerintah katanya ingin menaikkan jumlah hutan di Kalimantan.

Baca Juga: Suara dari X, Kematian Pesut Mahakam dan Dampak Pembangunan IKN

"Bukan terus 'Oh hanya 75 persen yang hijau, sisanya rusak', bukan gitu. Karena kondisi saat ini sudah rusak, yang bagus hanya 16 persen," tutupnya.

Load More