"Di beberapa tahap, ada tahap 1, 2, 3, 4 sampai 5. Untuk di tahap 1, memang fokusnya di area Istana (Garuda) dan sekitarnya itu progresnya sudah 75 persen dari tahap 1 yang sudah direncanakan. Kebetulan di kami ini, bertanggung jawab dengan alam atau untuk menciptakan Kota Hutan," akunya.
Ia mengklaim, progres yang mereka miliki bisa disebut 'lumayan'. Seperti melakukan korrdinasi lebih banyak untuk melakukan konservasi.
Ia mengaku memiliki beberapa program. Contohnya, untuk deforestasi, saat ini sudah mencapai 3.000 hektare. Lalu, konservasi.
"Tahap 1 ini kebetulan, sebagian besar di taraf kebijakan. Tentu sudah menyusun beberapa (kebijakan) termasuk mewujudkan bagaimana IKN sebagai Net Zero City, sebagai (kota) dengan keanekaragaman yang tinggi, melestarikan hayati dan bagaimana melestarikan kebijakan-kebijakan lainnya," timpalnya.
Baca Juga: Drama IKN, 9 Tersangka Dibebaskan Jelang Ramadhan, Proses Hukum Berlanjut
Ia mengatakan, untuk menciptakan IKN sebagai Forest City maka, 75 persen wilayah nanti ialah kawasan hijau. Di mana 65 persen tertutup hutan atau kawasan lindung dan 10 persennya merupakan kawasan pangan.
Ia menyebut, saat ini, kondisi di IKN yang tertutup hutan hanya 16 persen saja. Akan ada usaha lebih untuk bisa mewujudkan kota hutan seperti yang ia jelaskan sebelumnya.
"Yang berarti, kita perlu effort untuk melakukan deforestasi. Tentu saja bukan (waktu) yang setahun, dua tahun, tapi jangka panjang hingga 2045. Dan kebijkan kita untuk di lapangan, yang konkrit adalah kita melindungi hutan yang ada, yang tersisa, yang 16 persen tersebut, dengan tidak diapa-apakan. Di sisi lain kita ingin meningkatkan hutan dengan melakukan penanaman. Berharapnya itu menjadi kunci utama untuk mewujudkan 65 persen tadi," terangnya.
Ia mengklaim, dengan adanya IKN ini, pemerintah akan memperbaiki hutan di Kalimantan. Ia menjelaskan, sisa 16 persen hutan yang ada di IKN, bentuknya merupakan kebun, tanaman ekaliptus, tambang, ada perumahan, pemukiman, dan lain sebagainya.
Ia menyatakan, area pembangunan saat ini bukan berada di hutan alam atau hutan tropis. Pemerintah katanya ingin menaikkan jumlah hutan di Kalimantan.
Baca Juga: Suara dari X, Kematian Pesut Mahakam dan Dampak Pembangunan IKN
"Bukan terus 'Oh hanya 75 persen yang hijau, sisanya rusak', bukan gitu. Karena kondisi saat ini sudah rusak, yang bagus hanya 16 persen," tutupnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Presiden Prabowo Pakai Dana Haji untuk Lanjutkan Bangun IKN
-
Cek Fakta: Gibran Sebut Pemerintah Tak Sengaja Pakai Dana Haji, jadi Tidak Berdosa
-
Cek Fakta: Budi Arie Sebut Pemerintah Pakai Dana Haji Rp700 Triliun untuk IKN
-
Momen Lawas Gibran Panik Ditanya Anak SMK soal IKN Viral Lagi, Warganet: Jadi Trauma Diskusi?
-
Soal jika Ada Warga Korban Gusuran Proyek IKN Tak Sepakat Nilai Ganti Rugi, Begini Kata Pejabat OIKN
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN