"Kalau korban banjir di RT 02 dan 01 kemarin, mungkin juga karena penggundulan hutan. Karena hutan alam sudah tidak ada lagi. Sudah tidak seperti dulu," bebernya.
Ia menegaskan, hutan industri justru lebih dominan. Hutan tersebut cuma bisa bertahan selama 5 tahun. Hilangnya hutan alam juga katanya membuat resapan air tak lagi ada.
Soal banjir yang dialami Jubaen, tak terjadi tiap tahun. Jangka waktunya dari 3 sampai 5 tahun musibah itu baru terjadi.
"Tidak setiap tahunnya banjir," singkatnya.
Baca Juga: Drama IKN, 9 Tersangka Dibebaskan Jelang Ramadhan, Proses Hukum Berlanjut
Sebelum ada IKN, ia mengaku banjir juga sering terjadi. IKN hadir, justru menjadi faktor lain penyebab banjir.
Dahulu kata Jubaen, banjir tak terlalu memiliki dampak yang besar. Namun, saat IKN hadir peristiwa itu justru lebih parah.
"Dulunya banyak kolam, banyak rawa, banyak aluran-aluran air. Perusahaan yang ada katanya buat parit. Semacam parit gajah. Jadi rawa dan kolam dikeringin supaya bisa ditanamin tanaman industri. Makanya yang biasanya air kalau hujan ada penampungan, sekarang sudah tidak ada. Air otomatis larinya ke sungai, tak ada resapan," bebernya.
Ia meminta, masuknya IKN bisa membuat pemerintah menormalisasikan sungai di wilayah tersebut. Pelebaran dan pembuatan kolam penanggulangan banjir bisa diwujudkan.
Rencana itu katanya sudah disosialisasikan pihak Otorita IKN ke masyarakat. Seperti ke ketua adat, kelurahan, namun belum disetujui oleh warga.
Baca Juga: Suara dari X, Kematian Pesut Mahakam dan Dampak Pembangunan IKN
"Belum kami iyakan. Kami harus musyawarah dulu dengan para tokoh-tokoh bagaimama nanti kedepannya. Apakah rencana itu efektif atau tidak," lanjutnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Presiden Prabowo Pakai Dana Haji untuk Lanjutkan Bangun IKN
-
Cek Fakta: Gibran Sebut Pemerintah Tak Sengaja Pakai Dana Haji, jadi Tidak Berdosa
-
Cek Fakta: Budi Arie Sebut Pemerintah Pakai Dana Haji Rp700 Triliun untuk IKN
-
Momen Lawas Gibran Panik Ditanya Anak SMK soal IKN Viral Lagi, Warganet: Jadi Trauma Diskusi?
-
Soal jika Ada Warga Korban Gusuran Proyek IKN Tak Sepakat Nilai Ganti Rugi, Begini Kata Pejabat OIKN
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN