SuaraKaltim.id - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan Boedi Liliono menegaskan, penertiban pedagang bensin eceran berbasis digital atau yang biasa disebut pom mini setelah lebaran Idul Fitri 1445 hijriah.
"Penertiban itu sebagai tindak lanjut atas sosialisasi secara intensif di lapangan terkait adanya Surat Edaran (SE) tentang penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran atau pom mini tertanggal 4 Januari 2024 Nomor 100/0199/Pem yang mengatur tata cara usaha pom mini," katanya, melansir dari ANTARA, Kamis (14/03/2024).
Ia menuturkan, SE itu sebagai turunan jangka pendek dari ketentuan Perda Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Trantibum Pasal 19a, mengingat dengan adanya Perizinan Berusaha melalui Sistem Online Single Submission (OSS) dengan Kode KBLI 47892 dikhawatirkan populasi penjual BBM eceran atau pom mini semakin marak di Balikpapan.
Adapun batas waktu yang diperlukan bagi mereka untuk menyesuaikan dengan ketentuan dalam SE adalah akhir Maret dan April 2024 dan seterusnya akan dilakukan penutupan/penertiban khususnya yang berada di jalan protokol, jalur perdagangan dan kawasan tertib lalu lintas.
"SE tersebut juga sudah didistribusikan ke kelurahan serta Aliansi Penjual Eceran Minyak (Apem) Kota Balikpapan," sebut Boedi.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan pembinaan terhadap pemilik bensin eceran, khususnya bagi mereka yang beroperasi di kawasan tertib lalulintas.
Pembinaan dilakukan mulai dari identifikasi dan pendataan, hingga cross-check tingkat kepatuhan para pelaku usaha terhadap surat edaran Wali Kota.
Mengingat penertiban dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, kata Boedi, maka pelaku usaha pom mini memiliki cukup waktu untuk melengkapi persyaratan yang telah di kaji dan dituangkan dalam SE Wali Kota.
"Mereka masih ada waktu untuk mengurus izin sistem OSS dan Izin Usaha Niaga (IUN) yang menjadi persyaratan administrasi usaha pom mini," ujarnya.
Baca Juga: Beras SPHP Dijual di Atas HET, Polresta Balikpapan Amankan 1,65 Ton Beras
Menurutnya paling lambat setelah Hari Raya Idul Fitri sudah melengkapi persyaratan, kalau tidak maka akan dilakukan penertiban.
Penertiban dilakukan secara bertahap dan yang terpenting di kawasan Kecamatan Balikpapan Kota terlebih dahulu karena merupakan pusat dari Kota Balikpapan.
"Kemudian penertiban dilanjutkan ke seluruh pelosok Kota Balikpapan," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot