Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Selasa, 23 April 2024 | 18:00 WIB
Mengenal Sandung, tempan menyimpan tulang orang mati Suku Dayak. [Ist]

Tidak hanya dibuat sebagai tempat kayu biasa, tetapi di dinding Sandong ini dihias dengan ukiran motif tertentu.

Sandung juga memiliki beragam desain yang unik contohnya berbentuk mirip seperti rumah tradisional Huma Betang dalam bentuk miniatur yang lengkap dengan atap, pintu kecil, dan jendela.

Kemudian perwujudan dari miniatur seekor burung sering ditempatkan di atap wadah kubur ini.

Jadi dari keyakinan masyakarat Kaharingan, burung ini disebut Piak Liau yang diyakini akan menjadi milik Salumpuk Liau atau jiwa orang yang telah meninggal di Lewu Tatau atau alam surgawi.

Baca Juga: Menyingkap Keberagaman Sistem Kepercayaan Suku Dayak Tunjung dari Animisme Hingga Belian

Sementara hiasan bulan dan bintang-bintang sering dicat atau diukir di sisi Sandung dan hiasan matahari diukir dan dicat di sisi berlawanan.

Hiasan-hiasan tersebut merupakan perwujudan dari jiwa-jiwa yang harus lulus semua tanda-tanda kosmologis dalam perjalanan mereka menjadi arwah yang bersemayam di Lewu Tatau.

Kontributor : Maliana

Load More