SuaraKaltim.id - Pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Jumansyah mengungkapkan hipotesa politiknya berkaitan dengan sepinya peminat jalur independen di pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.
Untuk diketahui, pendaftaran jalur independen Pilgub Kaltim 2024 telah ditutup pada 12 Mei 2024 pukul 23.59 WITA. Hingga pada detik terakhir pun, tidak ada satupun bakal calon mendaftar melalui jalur independen.
Jumansyah menyampaikan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi bakal calon untuk tidak mendaftar melalui jalur independen. Menurutnya, ada keraguan yang cukup krusial serta eksistensi dari partai politik yang memengaruhi pilihan dari bakal calon tersebut.
"Ada keraguan tertentu yang melandasi para calon untuk mendaftar independen. Beberapa calon yang ingin menempuh jalur independen dan sempat menjadi isu publik, nyatanya tidak mendaftar juga," kata Jumansyah, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis (16/05/2024).
Di samping itu, ia mengatakan bahwa pengaruh partai politik yang masih eksis sampai saat ini, bisa menjadi faktor dari keraguan bakal calon untuk mendaftar melalui jalur independen.
"Variabel partai politik masih melekat. Parpol punya mesin penggerak yang cukup besar, sehingga mereka (bakal calon) mempertimbangkan itu," ujarnya.
Melihat di media massa, salah satu pasangan bakal calon yang sempat diisukan akan menempuh jalur independen di Pilgub Kaltim 2024 yakni Isran Noor dan Hadi Mulyadi.
Mereka pun berhasil mengumpulkan setidaknya di atas 300 ribu surat dukungan, sebagai syarat menempuh jalur independen. Faktanya, mereka tidak mengambil jalur tersebut.
"Ini seperti membangun persepsi publik, bahwa mereka terlihat memiliki dukungan yang besar. Faktanya, hanya di ujung lidah saja, satupun tidak ada yang membuktikan," jelasnya.
Baca Juga: Sidak ke SMA 10 Samarinda, Akmal Malik Singgung Sekolah Pengejar Profit
Soal administrasi, Jumansyah justru menilai bahwa syarat ketentuan KPU terkait surat dukungan rupanya bukan suatu hal yang sulit diraih oleh setiap bakal calon.
"Saya pikir tidak sulit untuk meraih surat dukungan. Terlebih, itu dari masyarakat Kaltim sendiri. Justru lebih sulit ketika mendapat surat rekomendasi dari partai politik," sebutnya.
Ia menegaskan, setiap bakal calon pastinya punya pertimbangan tersendiri dalam mengambil keputusan. Mereka juga melihat kondisi, strategi, hingga konsekuensi ketika menempuh jalur partai politik ataupun jalur independen.
"Intinya, dalam menjalankan roda politik hingga penyelenggaraan pemerintahan, pasti melibatkan yang namanya partai politik. Karena Pilkada bukan hanya meraih kemenangan saja, tapi calon terpilih juga akan menjalankan sistem pemerintah selama lima tahun kedepan," bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit
-
Pondok Modern Ibadurrahman Gugat Kemenag, Nilai Pencabutan NSP Cacat Prosedur