SuaraKaltim.id - Transaksi nontunai melalui infrastruktur Bank Indonesia baik melalui metode Real Time Gross Settlement (RTGS) maupun dengan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai Rp 53,22 triliun di triwulan I-2024.
Hal itu disampaikan Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (Kanwil) Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto belum lama ini. Ia menyebut, capaian sebesar ini mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya.
"Capaian sebesar ini mengalami peningkatan ketimbang triwulan I-2023 yang tercapai Rp47,15 triliun," katanya, melansir dari ANTARA, Selasa (28/05/2024).
Kenaikan terjadi karena BI Kaltim kerap melakukan sosialisasi tentang Gerakan Nasional Nontunai di berbagai kegiatan, baik sosialisasi yang dirangkai dengan seminar tertentu yang melibatkan berbagai pihak, sosialisasi langsung, maupun sosialisasi dirangkai dengan kegiatan ekonomi.
Ia merinci, kinerja transaksi nontunai melalui infrastruktur BI RTGS secara nominal tumbuh 15,03 persen (yoy) pada triwulan I-2024 atau tercatat Rp 43,74 triliun, lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I-2023 yang tercatat Rp 38,02 triliun.
Kemudian kinerja transaksi nontunai melalui infrastruktur BI RTGS secara volume tumbuh 19,52 persen atau mencapai 24.352 transaksi, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I-2023 yang tercatat 20.375 transaksi.
Sedangkan kinerja transaksi nontunai melalui infrastruktur SKNBI secara nominal tumbuh 3,81 persen atau sebesar Rp 9,48 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I-2023 yang tercatat Rp 9,13 triliun.
"Namun demikian, kinerja transaksi nontunai melalui infrastruktur SKNBI secara volume terkontraksi 9,24 persen (yoy), yakni volume transaksi pada triwulan I-2024 tercatat 169.277 transaksi, lebih rendah dibandingkan triwulan I-2023 yang tercatat 186.513 transaksi," katanya.
Ia juga mengatakan, untuk transaksi nontunai melalui alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) di Kaltim juga terus mengalami pertumbuhan, seperti kinerja transaksi APMK kartu kredit secara nominal tumbuh 22,32 persen (yoy) pada triwulan I-2024.
Baca Juga: Pj Gubernur Kaltim Janjikan Listrik PLN untuk Dukung Usaha Kerajinan Rotan di Teluk Sumbang
Nominal transaksi APMK kartu kredit pada triwulan I-2024 tercatat Rp 810,91 miliar, lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan I-2023 yang tercatat Rp 662,93 miliar.
Kinerja transaksi APMK kartu kredit secara volume tumbuh 19,92 persen atau tercatat 722.288 transaksi, lebih tinggi ketimbang triwulan I-2023 yang tercatat 602,294 transaksi.
Kemudian transaksi APMK kartu ATM/ debet secara nominal tumbuh 12,14 persen, yakni sebesar Rp 46,79 triliun, lebih tinggi ketimbang triwulan I-2023 yang tercatat Rp 41,73 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA