SuaraKaltim.id - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) merilis jadwal keberangkatan kapal di Pelabuhan Loktuan untuk bulan Juli 2024.
Dari data yang diterima jaringan media ini, total ada 4 jadwal keberangkatan. Pertama KM Egon berangkat pada Rabu (03/07/2024) dengan rute Pare-Pare, Batu Licin, Surabaya Lembar, dan Waingapu.
Jadwal ke-2 KM Binaiya berangkat pada Senin (08/07/2024) dengan rute pendek Bontang menuju Pare-Pare. Selanjutnya jadwal ke 3 KM Binaiya pada Kamis (10/07/2024) dengan rute Awerange, Makassar, Labuan Bajo, Bima, dan Benoa.
Jadwal ke 4 KM Binaiya rute panjang Pare-Pare, Makassar, Labuan Bajo, Bima, dan Benoa yang berangkat pada Selasa (22/07/2024).
Staf Operasi Terminal Poin PT Pelni Bontang Kadir Tue mengatakan, untuk masyarakat bisa memperhatikan jadwal keberangkatan.
Kemudian bisa membeli atau membooking tiket yang rencana akan dipakai. Sejak akhir Juli ini terdapat 2 jadwal yang sudah ludes terjual gabis tiketnya.
Di antaranya, pada tanggal 3 dan 10 Juli 2024. Untuk itu masyarakat diminta agar tidak terpengaruh dengan penjual tiket di tanggal tersebut.
"Ada 4 jadwal. 2 jadwal diantaranya tiket sudah ludes terjual habis," ucap Kadir, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (26/06/2024).
Lebih lanjut, PT Pelni juga sudah memasang spanduk peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli tiket.
Baca Juga: Ratusan Calon Penumpang KM Binaiya Tertipu Tiket Online, Niat Pulang Kampung Gagal
"Hati-hati pebipuan. Kalau tiket tidak sesuai data tidak bisa lewati embarkasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA