SuaraKaltim.id - Sepaku merupakan kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Daerah itu kini dikenal sebagai wilayah yang akan menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada masa kemerdekaan Indonesia di 1945, Sepaku adalah wilayah yang masih sangat terpencil dan belum berkembang seperti sekarang. Di masa itu, Sepaku merupakan bagian dari wilayah administratif yang lebih luas di Kalimantan Timur (Kaltim).
Wilayah ini sebagian besar dihuni oleh masyarakat Suku Balik dan beberapa kelompok suku lainnya yang hidup dengan bercocok tanam, berburu, dan mengumpulkan hasil hutan.
Kondisi geografis Sepaku terbilang terpencil dan terbatas infrastrukturnya. Hal itu membuat Sepaku tak banyak terlibat dalam peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Jawa dan Sumatera, pusat pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Melalui panggilan telepon, Pemerhati Sejarah Kaltim Muhammad Sarip mengatakan, pada masa kemerdekaan, wilayah Sepaku dan sekitarnya masih berada dalam kondisi yang sangat sederhana dengan akses yang terbatas.
"Kehidupan masyarakatnya sebagian besar masih bergantung pada hasil hutan dan pertanian subsisten. Jalur transportasi darat sangat terbatas, dan akses ke wilayah ini terutama dilakukan melalui sungai-sungai yang menjadi jalur utama transportasi di Kalimantan," katanya saat diwawancara Suara.com, Selasa (13/08/2024) malam.
Ia mengatakan, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, belum memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap wilayah Sepaku. Berita tentang kemerdekaan Indonesia kemungkinan besar sampai ke wilayah ini dengan lambat, mengingat keterbatasan komunikasi pada masa itu.
Bahkan, daerah di sekitar Sepaku saat itu, baru mendapatkan kabar soal Kemerdekaan usai beberapa hari setelahnya. Ia merinci, kabar tersebut diterima dan didengar terlebih dahulu oleh masyarakat di Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, lalu menyusul kampung-kampung lain termasuk Sepaku.
"Pengaruh pemerintah pusat di Jakarta pun belum terasa kuat di daerah-daerah terpencil seperti Sepaku," sambungnya.
Baca Juga: 70% Warga Kaltim Hadiri Upacara HUT RI di IKN, Sisanya Undangan Khusus
Perkembangan Sepaku dalam 3 Dekade Setelah Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan, perlahan-lahan pembangunan mulai merambah ke wilayah Bumi Mulawarman. Meskipun, fokus utama pemerintah masih berada di Jawa.
Pembangunan infrastruktur dasar dan perbaikan aksesibilitas mulai dilakukan beberapa dekade setelah kemerdekaan, membuka jalan bagi perkembangan wilayah seperti Sepaku.
"Sepaku pada masa awal kemerdekaan Indonesia lebih dikenal sebagai sebuah daerah yang jauh dari hiruk-pikuk politik dan pertempuran yang terjadi di pusat-pusat perjuangan kemerdekaan, tetapi (Sepaku) tetap menjadi bagian dari wilayah yang merdeka sebagai bagian dari Indonesia," terangnya.
Untuk diketahui, pada era 1980-an, pemerintah Indonesia mulai meningkatkan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa, termasuk di Kaltim. Untuk di Sepaku, pemerintah mulai membangun jalan-jalan dasar dan fasilitas umum sederhana.
Di 1990-an Perkembangan ini masih berjalan lambat, karena wilayah Sepaku belum menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Pemerintah mulai mendorong kegiatan ekonomi seperti pertanian dan perkebunan, serta pemanfaatan sumber daya alam seperti kayu. Pada periode ini, beberapa transmigrasi dari Jawa dan daerah lain juga terjadi, meskipun tidak sebesar di daerah lain di Kalimantan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Akademisi Soroti Gaya Komunikasi Gubernur Kaltim Batasi Wawancara Isu Sensitif
-
Serikat Petani Sawit Harap Badan Ekspor Tunggal Pemerintah Tetap Lindungi Harga TBS
-
Bejo, Sapi Seberat 1 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
-
Kebijakan Ekspor Terpusat: Harga Sawit di Kutim Hancur saat Harga Pupuk Meroket
-
Disebut Terlibat Demo Protes Gubernur Kaltim, Wali Kota Samarinda Angkat Bicara