SuaraKaltim.id - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bontang masih tertinggi se-Kalimantan Timur (Kaltim). Tahun ini presentase penggangguran sebesar 7,41 persen. Walaupun menurun, namun angka itu masih jadi pekerjaan rumah pemerintah.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan, kondisi ini membingungkan, karena Bontang sebagai kota industri tapi pengangguran tertinggi.
Namun, tren pengangguran tiap tahunnya menurun seperti pada 2024 ini presentase TPT melandai 0,33 persen ketimbang tahun sebelumnya. Saat ini Pemkot Bontang diketahui berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Meski masih tinggi tapi ada penurunan. Itu jadi PR kita. Semoga dengan pelatihan yang dilakukan bisa menciptakan SDM unggul," ucap Najirah, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (19/08/2024).
Lebih lanjut, Najirah meminta agar angkatan kerja usia muda tidak bergantung dengan pekerjaan industri. Menurutnya, peluang yang tersedia kecil.
Makanya Pemkot Bontang acap kali membuat agenda sertifikasi kerja mandiri. Agar warga bisa menciptakan lapangan kerja sendiri .
Dengan begitu kemudahan modal usaha juga akan diupayakan berjalan. Agar para pelaku usaha baru bisa diberikan kesempatan untuk bersaing.
"Kita tidak bisa bergantung. Sekarang persaingan semakin besar. Lebih, baik menciptakan lapangan kerja mandiri," tuturnya.
Baca Juga: Survei SDI Bontang: Neni Moerniaeni Unggul, Basri Rase Paling Dikenal di Kalangan Pemilih
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA