SuaraKaltim.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang menemukan fakta pengemis atau pengamen bisa menghasilkan pendapatan mereka mencapai Rp 1 juta per hari. Hal itu disampaikan Kepala Satpol-PP Bontang, Ahmad Yani melalui Kabid PPUD Arianto.
Ia mengatakan, fakta itu didapat usai pengamen manusia silver yang diamankan pada Kamis (15/08/2024) kemarin memberikan keterangannya. Dari hasil pemeriksaan manusia silver itu justru mendapat penghasilan fantastis.
Ia menuturkan, oknum ini memanfaatkan rasa iba masyarakat dengan meminta-minta di jalan setelah melumuri badannya dengana cat.
Praktik yang dilakukannya melanggar Peraturan Daerah Bontang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat khususnya di pasal 18.
"Dari hasil uang itu alasannya untuk kebutuhan hidup dan mengirim uang untuk anak serta isterinya. Dia bisa dapat uang per hari Rp 700 - 1 juta per hari," ucap Arianto, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu (18/08/2024).
Lebih lanjut, manusia silver ini juga sudah dipantau beberapa waktu. Alasannya, karena dia tidak tinggal di 1 tempat membuat petugas harus mencari informasi terlebih dahulu sebelum menangkapnya.
Saat dilakukan pendataan, ternyata orang tersebut berasal dari luar Bontang. Dia merupakan warga Jawa yang sengaja ke Bontang untuk mendapatkan keuntungan dari hasil meminta-minta.
"Ini manusia silver udah 2 tahun ke belakang dapat teguran. Duku pakaian badut. Terus sekarang ganti lagi. Dia tidur di emperan saja. Tapi hasilnya banyak," sambungnya.
Bahkan di 2023 lalu, Satpol-PP pernah mendapati juga pasangan suami isteri yang berkostum badut mengamen.
Baca Juga: Aduan Warga Jadi Petunjuk, Polisi Bontang Tangkap Pengedar Sabu
Berdasarkan KTP pasutri itu juga bukan warga Bontang, melainkan berasal dari Kota Samarinda tepatnya di Loa Bakung. Dari hasil pemeriksaan mereka beralasan anak dibawa karena tidak ada yang menjaga.
Ia menyarankan agar warga Bontang juga diminta jeli memberi bantuan. Jangan sampai justru akibat kebaikan yang dilakukan membuat semakin banyaknya pengemis datang.
"Tahun lalu bahkan ada badut suami istri membawa bayi yang pernah tertangkap, malah tidur di hotel. Jadi kami himbau warga tidak memberikan bantuan. Karena memang dilarang," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kasatnarkoba Polres Kukar Resmi Jadi Tersangka Kasus Narkoba
-
Gubernur Rudy Mas'ud Jawab Isu Pemberhentian PPPK di Tengah Efisiensi
-
Kapolda Kaltim Sebut Kasatnarkoba Kukar Diamankan Terkait Kasus Narkotika
-
Akademisi Kritik Insiden LCC Empat Pilar MPR: Stop Bikin Siswa Jadi Mesin Fotokopi
-
Penerima Bansos Disabilitas di Kaltim Dikurangi, dari 6.000 Peserta Jadi 500 Orang