Maulana menambahkan, memasak sendiri di rumah memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan.
"Dengan memasak sendiri, kita bisa mengontrol kualitas dan kebersihan bahan makanan. Selain itu, kita juga bisa mengurangi sampah plastik dari kemasan makanan instan," tutur pria yang akrab disapa Kak Yudhis itu.
Sebagai kegiatan yang dianggap memberi edukasi kepada IRT, Pengelola Oemah Keboen, Chitia Agustina yang juga terlibat dalam penyelenggaraan Puan Olah Hayati sangat menyambut baik. Dia menyatakan pentingnya memberikan pengetahuan kepada IRT untuk mengolah pangan yang bergizi bagi keluarga.
"Kita tahu sekarang makanan pada serba instan. Nah, kegiatan Puan Olah Hayati ini menjadi semangat bagi ibu-ibu untuk menghidangkan makanan bergizi dengan olahan khas daerah," beber wanita yang biasa dipanggil Tia ini.
Tia berharap, pelatihan semacam ini tak berhenti di satu kegiatan saja. Melainkan, bisa dilaksanakan secara rutin dan berkala.
Sebagai pengelola Oemah Keboen, Tia juga mengajak para peserta dan rekan-rekan komunitas lainnya berkeliling kebun, sembari memetik buah dan sayur untuk sajian bahan tambahan maupun hidangan santap.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi
-
Mensos Respons Kasus Siswa SMK Samarinda Meninggal usai Keluhkan Sepatu Sempit
-
Pemprov Kaltim Klarifikasi Perihal Heboh Anggaran Laundry Gubernur Senilai Rp450 Juta
-
Siswa Meninggal Gegara Sepatu Kekecilan, DPRD Samarinda Singgung Pendataan Lemah