SuaraKaltim.id - Bakal calon Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melaporkan Udin Mulyono ke Polres Bontang, Selasa (03/09/2024) siang atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan ini dilakukan menyusul narasi yang diduga menyesatkan disampaikan Udin dalam satu sosialisasi, Senin (02/09/2024) malam.
Ditemani Andi Sofyan Hasdam, Neni Moerniaeni tiba di Polres Bontang, Jalan Bhayangkara, sekitar pukul 14.15 Wita. Kepada awak media, Andi Sofyan Hasdam mengatakan, laporan ini mesti disampaikan lantaran apa yang disampaikan Udin Mulyono dinilai menyesatkan dan menakuti warga.
Beberapa narasi menyesatkan disampaikan Udin Mulyono, kata Andi Sofyan Hasdam berdasarkan video dan laporan yang disampaikan warga, menyebut ada 5 anggota DPRD dari keluarganya masuk ke DPRD.
Padahal hanya ada 3, dan ketiganya tidak berada di tingkatan yang sama. Andi Faizal di Bontang. Shemmy Permata Sari dan Andi Adi Satya di Provinsi Kaltim.
Udin Mulyono dalam video juga bilang, APBD Bontang tidak aman bila Neni Moerniaeni terpilih jadi wali kota. Sebab, ibu dan keluarganya menduduki posisi di eksekutif dan legislatif.
"Saya kira ini tidak sopan, dari mana ada 5. Andi Faiz di Bontang. Shemmy dan Andi Adi di provinsi dan mereka tidak terkait dengan APBD Bontang. Justru, mereka akan cari uang untuk Bontang," kata Andi Sofyan Hasdam, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Rabu (04/09/2024).
Dia menambahkan "Ini kan seolah menakuti masyarakat. Katanya ada 5, akan kongkalikong dengan bunda Neni. APBD tidak aman. Ini kan tidak benar."
Andi Sofyan Hasdam bilang, laporan ini dilayangkan hanya pada Udin Mulyono, bukan pada pihak lain. Ada sejumlah laporan yang ditujukan kepada Ketua Dewan Pembina Basri Rase-Chusnul Dhihin itu, di antaranya dugaan pencemaran nama baik, menyebar hoaks, dan menghasut.
"Ada semua laporannya, sudah kami sampaikan," tegasnya.
Baca Juga: Beasiswa Bontang 2024: Nominal Naik, Kuota Seribu, Ada Syarat Baru
Dari laporan diterima, video yang dinilai menyesatkan itu diambil di RT 27, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Senin (2/9/2024) malam. Udin Mulyono sendiri adalah ketua dewan penasihat tim Basri Rase-Chusnul Dhihin.
Dikonfirmasi terpisah, Udin Mulyono mengaku tidak masalah namanya dilaporkan dan akan menghadapi laporan tersebut. Disinggung soal ucapannya. Udin mengaku itu dilakukan secara pribadi dan atas inisiatif dari dirinya.
Baca Juga: Warga RT 25 Api-Api Protes Spanduk Klaim Dukungan Bapaslon di Lingkungan Mereka
"Silahkan saja melapor. Saya siap menghadapi. Saya benar ngomong begitu tanpa ada perintah siapapun," ucap Udin Mulyono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut