SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kapasitas 150 kader di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) agar bisa membantu mempercepat penurunan dan pencegahan stunting, karena prevalensi stunting di daerah itu paling tinggi di Kaltim.
Rata-rata prevalensi stunting di Provinsi Kaltim berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2021, naik menjadi 23,9 persen pada 2022, dan turun lagi menjadi 22,9 persen berdasarkan SKI 2023, sedangkan Kabupaten Kutim paling tinggi pada 2023 dengan prevalensi stunting 29 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Puguh Hardjanto di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Selasa ((01/10/2024).
"Untuk penanganan stunting dilakukan secara gotong royong sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sedangkan yang kami tangani di antaranya melalui peningkatan kapasitas kader pembangunan manusia (KPM)," ujar Puguh, dikutip dari ANTARA, Rabu (02/10/2024).
Tujuan peningkatan kapasitas KPM, antara lain meningkatkan pemahaman masing-masing peserta tentang tugas dan fungsi kader, merefleksi pemahaman KPM tentang latar belakang, tujuan, kebijakan, prinsip-prinsip, filosofi, prosedur, dan penanganan masalah.
Selain itu, membantu pendataan dan pelayanan posyandu dalam upaya percepatan penurunan stunting, karena pemerintah daerah berkeinginan angka stunting tahun ini bisa turun menjadi 19 persen pada akhir 2024.
Berdasarkan data, perkembangan stunting di Kaltim dalam beberapa tahun terakhir terjadi fluktuasi, seperti dengan prevalensi 22,8 persen pada 2021, naik menjadi 23,9 persen pada 2022, dan turun lagi menjadi 22,9 persen berdasarkan SKI 2023.
Prevalensi stunting 22,9 persen pada akhir 2023 berasal dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara paling rendah dengan prevalensi 17,6 persen, disusul posisi kedua Kota Balikpapan yang tercatat 21,6 persen.
Selain itu, Kabupaten Kutai Barat dengan prevalensi stunting 22 persen, Kabupaten Paser 22,4 persen, Kabupaten Berau 23 persen, Kota Samarinda 24,4 persen, Kabupaten Penajam Paser Utara 24,6 persen, Kota Bontang 27,4 persen, dan Kabupaten Kutim dengan prevalensi 29 persen atau paling tinggi.
Baca Juga: Survei PIC: Isran-Hadi Diprediksi Raih 63,2% Suara, Rudy-Seno Kesulitan Mengejar
Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya DPMPD Kaltim Roslindawaty mengatakan peningkatan kapasitas ini digelar selama tiga hari, 30 September hingga 2 Oktober, di Sangatta, Kutim, diikut 150 KPM di Kutim.
Sejumlah materi yang disampaikan oleh narasumber, dengan judul Pemberdayaan KPM oleh DPMD Kabupaten Kutim, Pengelolaan Anggaran KPM oleh Bappeda Kutim.
Selain itu, materi Integrasi Layanan Primer dalam Penurunan dan Pencegahan Stunting oleh Dinkes Kutim, Upaya Percepatan Penurunan Dtunting dalam Keluarga Berencana oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutim, serta materi Teknis Penggunaan Aplikasi eHDW oleh TAPM Provinsi Kaltim. (Nad/ADV/Diskominfo Kaltim).
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu