Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Minggu, 13 Oktober 2024 | 13:20 WIB
Lapangan upacara di Istana Garuda IKN. [Ist]

SuaraKaltim.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur masih terus menjadi sorotan.

Salah satu yang selalu menjadi sorotan adalah pembangunan dari Istana Garuda yang menjadi kantor presiden Indonesia nantinya.

Sejak awal, pembangunan dari Istana Garuda ini kerap menjadi topik hangat yang diperbincangkan karena desainnya yang unik.

Desain unik dari Istana Garuda ini dibuat oleh seniman kondang Nyoman Nuarta yang juga membuat patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

Baca Juga: Satu Dekade Memimpin, Masyarakat Adat Kaltim Tagih Janji Jokowi: Berikan Kembali Kedaulatan

Sayangnya, Istana Garuda yang masih tahap penyelesaian ini sempat disorot karena ketidaksesuaian ekspektasi dari publik.

Banyak publik menilai Istana Garuda ini justru terlihat seram dan angker, bahkan burung garuda yang jadi lambang dari istana dimiripkan dengan kelelawar.

Alhasil, penggunaan dana senilai Rp2 triliun yang digunakan untuk membangun Istana Garuda pun banyak dikritik publik.

Sementara, isu Istana Garuda yang memang sengaja dibuat seram dan angker pun menyeruak.

Lantas benarkah pembangunan Istana Garuda memang sengaja dibuat seram dan angker?

Baca Juga: Sertipikat Tanah Istana di IKN Resmi Diserahkan oleh Menteri ATR/BPN AHY

Melalui kutipan dari Jokowi, pembangunan istana presiden memang dibuat harus ada unsur angkernya. Hal ini dikonfirmasi oleh desainer interior Istana Kepresidenan, Rudy Dodo.

Load More