SuaraKaltim.id - Isran Noor mengklaim dirinya dikenal sebagai sosok yang memiliki kecintaan mendalam terhadap alam Kalimantan Timur (Kaltim). Kepeduliannya tercermin dalam berbagai inisiatif pelestarian lingkungan, seperti dukungannya terhadap konservasi hutan dan program Carbon Fund yang bertujuan mengurangi emisi karbon dari degradasi hutan.
Isran meyakini, menjaga kelestarian alam adalah bagian dari tanggung jawab moral dan strategis untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui keterlibatannya dalam pelestarian ekosistem, Isran berupaya menginspirasi masyarakat Kaltim untuk turut serta menjaga dan merawat kekayaan alam daerah demi kesejahteraan bersama.
Calon Gubernur Kaltim ini pun bertemu dengan komunitas Pemuda Konservasi di Kelurahan Kampung Baru Tengah, Penajam Paser Utara (PPU).
Pertemuan ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat, khususnya para pemuda, untuk berdiskusi mengenai kebutuhan pelestarian lingkungan, terutama terkait ekosistem laut yang sangat penting bagi kehidupan dan perekonomian lokal.
Ketua Pemuda Konservasi, Herman, menjelaskan bahwa komunitas ini didirikan oleh warga sekitar yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan.
Didirikan lebih dari satu dekade lalu, Pemuda Konservasi telah berkontribusi nyata pada pelestarian ekosistem laut dengan berbagai kegiatan lingkungan, seperti penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang.
Herman menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah untuk memperluas upaya konservasi ini, mengingat bahwa ekosistem laut yang lestari berdampak positif pada kelangsungan hidup warga yang bergantung pada hasil laut.
“Kami berencana untuk mengembangkan wisata diving sambil menanam terumbu karang di daerah ini. Tentunya kami berharap ada bantuan berupa alat-alat untuk mendukung pelestarian terumbu karang,” ungkap Herman, optimis, dikutip dari keterangan rilisnya yang diperoleh Kamis (14/11/2024).
Baca Juga: RSUD AWS: Harapan Baru Pengobatan Kanker di Kalimantan Timur
Sebagai simbol dukungan nyata, Isran menuliskan pesan khusus di meja transplantasi bibit terumbu karang yang akan ditempatkan di kawasan laut sekitar Kampung Baru Tengah. Ia menekankan pentingnya konservasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Upaya pelestarian lingkungan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar,” ujar Isran.
Kepedulian Isran terhadap lingkungan, khususnya ekosistem mangrove, sudah dikenal sejak lama melalui kontribusinya pada Program Carbon Fund di Kaltim. Program ini berfokus pada pengurangan emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan dengan skema pembayaran berbasis kinerja.
Program Carbon Fund, yang dikelola oleh Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) di bawah naungan Bank Dunia, memberikan insentif kepada negara-negara berkembang yang berkomitmen dalam konservasi hutan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Melalui kerja keras dan negosiasi yang panjang, Kaltim menjadi provinsi pertama di Asia Tenggara yang menerima kompensasi sebesar Rp 375 miliar atas penurunan emisi karbon.
Sebagai gubernur kala itu, Isran Noor memainkan peran sentral dalam merealisasikan kompensasi karbon ini. Pada Mei 2023, Isran memimpin tim negosiasi Kaltim dan Pemerintah Indonesia dalam pertemuan intensif selama dua hari di Washington DC, berkoordinasi dengan pejabat Bank Dunia untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei