SuaraKaltim.id - Kualitas demokrasi di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan publik. Isu dinasti politik terus berhembus seiring dengan berlangsungnya pemilihan gubernur (Pilgub) di Bumi Mulawarman.
Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Neni Nurhayati kerap mengkritisi soal permasalahan politik di Kaltim. Dia menyebut, dinasti politik Kaltim hanya mengutamakan kepentingan pribadi.
"Karena dinasti politik pastinya hanya memikirkan kepentingan sendiri. Jadi kepentingan rakyat tak jadi prioritas," tegasnya, dikutip dari keterangan resminya yang diperoleh Senin (11/11/2024).
Dugaan terjadinya dinasti politik di Kaltim merujuk pada salah satu calon gubernur, yakni, Rudy Mas’ud.
Rudy Mas'ud dikenal sebagai politisi yang memiliki banyak kerabat dengan jabatan tertentu di Kaltim. Kakak Rudy, Hasanuddin Mas’ud, menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltim.
Lalu, dua saudara lainnya, yakni Rahmad Mas’ud sebagai Wali Kota Balikpapan serta Abdul Gafur Mas’ud sebagai mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.
Menurut Neni, sikap mengutamakan kepentingan pribadi, dengan menaruh posisi atau jabatan publik bukan atas dasar kemampuan kerja. Hal yang dilakukan justru menaruh sanak kerabat dalam posisi atau jabatan tertentu. Ujungnya untuk memperkaya diri sendiri.
"Dari sini akhirnya bermain proyek untuk menguntungkan kelompoknya saja. Hal ini erat dengan KKN," kata dia menambahkan.
Neni memastikan, adanya politik dinasti akan membuat demokrasi menjadi tak sehat. Alasannya, karena orientasi jabatan bukan untuk melayani publik, tapi justru untuk menguntungkan kelompoknya sendiri.
Baca Juga: Hadapi Pilkada 2024, Akademisi Untag Samarinda: Literasi Hindarkan Masyarakat dari "Buta Politik"
"Jadi memang dinasti politik akan membuat demokrasi tak sehat. Masyarakat mesti cerdas untuk bersikap menolak politik dinasti," ucap dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri