“Upaya pelestarian lingkungan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar,” ujar Isran.
Kepedulian Isran terhadap lingkungan, khususnya ekosistem mangrove, sudah dikenal sejak lama melalui kontribusinya pada Program Carbon Fund di Kaltim. Program ini berfokus pada pengurangan emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan dengan skema pembayaran berbasis kinerja.
Program Carbon Fund, yang dikelola oleh Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) di bawah naungan Bank Dunia, memberikan insentif kepada negara-negara berkembang yang berkomitmen dalam konservasi hutan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Melalui kerja keras dan negosiasi yang panjang, Kaltim menjadi provinsi pertama di Asia Tenggara yang menerima kompensasi sebesar Rp 375 miliar atas penurunan emisi karbon.
Baca Juga: RSUD AWS: Harapan Baru Pengobatan Kanker di Kalimantan Timur
Sebagai gubernur kala itu, Isran Noor memainkan peran sentral dalam merealisasikan kompensasi karbon ini. Pada Mei 2023, Isran memimpin tim negosiasi Kaltim dan Pemerintah Indonesia dalam pertemuan intensif selama dua hari di Washington DC, berkoordinasi dengan pejabat Bank Dunia untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan.
Hasilnya, setiap satu juta ton CO2e penurunan emisi yang dicapai Kaltim akan dibayar oleh Carbon Fund, meningkatkan pendapatan provinsi dari hasil konservasi.
Dana kompensasi ini adalah bukti nyata bahwa upaya Kaltim dalam mengurangi emisi gas rumah kaca mendapat pengakuan internasional. Pembayaran tahap pertama sebesar 20,9 juta dolar AS diberikan kepada Kaltim sebagai insentif atas pencapaian penurunan emisi yang signifikan.
"Program pengurangan emisi melalui Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund merupakan bagian dari percepatan pelaksanaan ekonomi hijau untuk transformasi ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Timur,” tegas Isran Noor.
Kehadiran Isran dalam kegiatan konservasi lingkungan ini menginspirasi pemuda Kaltim untuk menjaga kelestarian alam sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bawaslu Kaltim Panggil Aliansi Kotak Kosong Samarinda dan Satpol PP untuk Klarifikasi Laporan
Dengan dukungan penuh pemerintah, inisiatif seperti Pemuda Konservasi memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekowisata dan memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal di Bumi Mulawarman.
Berita Terkait
-
PKT Buka Posko Mudik BUMN di Bandara Sepinggan
-
Pupuk Kaltim Fasilitasi 366 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda
-
Jakarta dan Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan Sampai 1 April, BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca
-
Pertamina Santuni Lebih Dari 32 Ribu Penerima Manfaat, Wujud Momen Ramadan
-
Hutan Pinus Darmacaang Ciamis, Rekreasi Pilihan Keluarga Akhir Pekan
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
Terkini
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan
-
Peringatan BMKG: Waspadai Dampak Pasang Laut di Pesisir Kaltim pada 2 April 2025
-
Sinergi DPRD dan Pemkab PPU, Stunting Berkurang Hingga 11,55 Persen