SuaraKaltim.id - Dalam upaya mengantisipasi potensi gangguan selama Pemilu Serentak 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan pemetaan terhadap tingkat kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dari hasil analisis terhadap 1.038 kelurahan/desa di 10 kabupaten/kota se-Kaltim, ditemukan 26 indikator yang dapat meningkatkan potensi kerawanan di TPS, mencakup delapan variabel utama.
Melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, anggota Bawaslu Kaltim Galeh Akbar menyampaikan, temuan ini dalam siaran pers pada 26 November 2024.
Menurutnya, hasil pemetaan mengungkapkan bahwa ada sembilan indikator yang paling sering terjadi, lima indikator dengan frekuensi sedang, dan 12 indikator yang jarang terjadi namun tetap memerlukan perhatian khusus. Pemetaan ini dilakukan oleh jajaran pengawas Bawaslu antara tanggal 14 hingga 19 November 2024.
Dari total indikator yang ditemukan, sembilan di antaranya menonjol sebagai potensi kerawanan utama. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pemilih disabilitas yang terdaftar di DPT (1.273 TPS).
- Pemilih pindahan antar TPS (884 TPS).
- Pemilih yang tidak memenuhi syarat namun tercantum di DPT (827 TPS).
- Kendala jaringan internet di lokasi TPS (516 TPS).
- Penyelenggara pemilu bertugas di luar domisili (427 TPS).
- Potensi pemilih memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar di DPT (DPK) (393 TPS).
- Gangguan pasokan listrik di lokasi TPS (212 TPS).
- Riwayat pemungutan suara ulang di lokasi yang sama (128 TPS).
- Lokasi TPS yang sulit diakses secara geografis (93 TPS).
- Selain itu, Bawaslu juga menyoroti potensi kerawanan akibat konflik, bencana alam, pelanggaran netralitas ASN dan aparat, serta politisasi isu SARA.
Untuk menekan risiko kerawanan, Bawaslu Kaltim telah merancang sejumlah strategi pencegahan, antara lain:
- Menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk KPU, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
- Memberikan edukasi politik kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilu yang damai.
- Bekerja sama dengan pemantau pemilu, organisasi masyarakat, dan pengawas partisipatif.
- Menyediakan posko pengaduan masyarakat yang dapat diakses secara online maupun offline.
Selain itu, Bawaslu juga akan memastikan pendistribusian logistik pemilu berjalan lancar, mengawasi pemungutan dan penghitungan suara secara langsung, serta memverifikasi akurasi data pemilih untuk meminimalkan kesalahan penggunaan hak pilih.
Dalam siaran pers tersebut, Bawaslu merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menginstruksikan PPS dan KPPS untuk memperhatikan indikator kerawanan yang telah dipetakan.
Kemudian berkoordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah, guna mencegah potensi gangguan. Selain itu juga mengawasi pendistribusian logistik pemilu secara tepat waktu dan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Pilkada Serentak Kaltim, Milenial dan Gen Z Diharapkan Jadi Penentu Arah Baru
“Dengan pemetaan kerawanan yang komprehensif serta langkah antisipasi yang terencana, kami optimis Pemilu Serentak 2024 di Kalimantan Timur dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan demokratis,” ujar Galeh Akbar.
Melalui upaya pemetaan dan mitigasi ini, Bawaslu Kaltim menunjukkan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 berlangsung tanpa hambatan besar.
Partisipasi aktif masyarakat dan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan menciptakan pemilu yang adil dan transparan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
BRI Buka Penawaran ORI030, Investasi ORI Aman dengan Kupon Bulanan
-
BRI Peduli Percepat UMKM Perempuan Bogor Tembus Pasar Lewat Olahan Buah Pala
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru