SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan ketersediaan komoditas daging merah, ayam, dan telur akan tetap terjaga dan cukup hingga Lebaran Idul Fitri mendatang.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kaltim, Fahmi Himawan, di Samarinda, Kamis (13/02/2025) kemarin.
"Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Kaltim tidak perlu khawatir akan stok daging dan telur," ujar Fahmi, disadur dari ANTARA, Jumat (14/02/2025).
Menurutnya, pihaknya telah membuat proyeksi terkait ketersediaan dan kebutuhan komoditas tersebut. Berdasarkan data untuk bulan Februari dan Maret, ketersediaan dipastikan mencukupi, bahkan ada surplus.
Fahmi menjelaskan, stok daging sapi dan kerbau pada Februari mencapai 64,49 ton dengan tambahan produksi lokal 455 ton, sehingga total stok menjadi 1.202 ton, sementara kebutuhan di Kaltim untuk Februari diperkirakan 924 ton. Dengan demikian, ketersediaan daging merah di Kaltim pada bulan tersebut tercatat surplus 218 ton.
Pada Maret nanti, diperkirakan kebutuhan daging merah akan meningkat melebihi 1.034 ton. Namun, produksi juga mengalami kenaikan menjadi 3.030 ton, berkat adanya tambahan stok awal sebanyak 68 ton dan 750 ton pasokan sapi serta kerbau.
Adapun untuk daging ayam, ketersediaannya pada Februari mencapai 7.868 ton, sedangkan kebutuhan 7.732 ton, mencatatkan surplus 136 ton. Pada Maret, jumlah stok ayam meningkat menjadi 8.207 ton, berkat tambahan pasokan sebanyak 2.159 ton di luar produksi 5.609 ton dan stok awal 359 ton. Oleh karena itu, pada Maret, surplus ayam diperkirakan mencapai 305 ton.
Dalam hal telur, surplus pada Februari tercatat sebesar 211 ton dengan ketersediaan 4.775 ton dan kebutuhan 4.564 ton. Untuk Maret, ketersediaan telur diperkirakan meningkat menjadi 5.209 ton, dengan pasokan yang masuk mencapai 2.634 ton dan produksi yang bertambah sebanyak 840 ton. Meski kebutuhan telur di Maret meningkat, ketersediaan tetap mencukupi dengan surplus 155 ton.
Fahmi memastikan, dengan data tersebut, kebutuhan daging merah, ayam, dan telur akan tetap terjaga hingga Lebaran, dan ia berharap peternak lokal bisa memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Baca Juga: UMKM Tenggarong Bersiap! Pasar Ramadan 1446 H Digelar di Kawasan Kedaton Kesultanan
"Kita harap peternak untung. Karena untung signifikan di hari besar nasional. Semoga bisa dapat dari momen seperti ini," ungkap Fahmi.
Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) di subsektor peternakan, yang pada gilirannya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan dari produsen hingga konsumen tetap stabil.
Disnak Kaltim juga terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM (Disperindagkop), serta aparat keamanan untuk menjaga harga dan mengatasi masalah yang mungkin terjadi.
"Sebetulnya toko penyeimbang membantu kami memastikan harga ketika naik karena momentum tertentu tidak gila-gilaan hingga panic buying," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'
-
Pemprov Kaltim Alihkan 49 Ribu Peserta BPJS, Pemkot Samarinda Menolak!
-
Keterlibatan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Berbagai Posisi Strategis