SuaraKaltim.id - Infrastruktur menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Melansir dari ANTARA, Kamis (27/03/2025), Otorita IKN memastikan bahwa sejumlah ruas Jalan Tol IKN akan difungsikan selama periode Lebaran 2025 guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik.
Menurut Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, pemanfaatan jalur tol ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) selama musim mudik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan berkendara demi keselamatan bersama.
Ruas yang akan dibuka mencakup Tol IKN Seksi 3A, 3B, 5A, serta Jembatan Pulau Balang.
Kesiapan infrastruktur ini telah melalui serangkaian inspeksi yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim dan Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan, ruas tol ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I, seperti sedan, jip, dan minibus, dengan sistem satu arah.
Pengaturan lalu lintas akan berlangsung dalam dua tahap:
- 24-31 Maret 2025: Jalur dari Balikpapan ke Penajam Paser Utara (batas Kalimantan Selatan).
- 1-7 April 2025: Jalur sebaliknya, dari Penajam Paser Utara ke Balikpapan.
Jalur ini akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 Wita, dengan batas kecepatan maksimum 60 km/jam.
Baca Juga: Thailand Lirik Kota Nusantara, Siap Tanam Modal di Ibu Kota Baru Indonesia?
Selain itu, pengamanan akan diperketat melalui koordinasi dengan aparat kepolisian guna memastikan kenyamanan pengguna jalan.
Keberadaan jalan tol ini menandai kesiapan infrastruktur IKN dalam mendukung mobilitas masyarakat, sekaligus menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan konektivitas di ibu kota baru Indonesia.
Tol Kota Nusantara Siap Layani Pemudik, Berlaku Satu Arah Selama 14 Hari
Jalan Tol Kota Nusantara, yang menjadi bagian dari ibu kota baru Indonesia, akan difungsikan sementara dengan sistem satu arah selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Selain itu, posko mudik serta tempat istirahat (rest area) telah disiapkan untuk memberikan layanan bagi para pemudik.
Menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim), Hendro Satrio Muhammad Kamaluddin, akses jalan tol yang digunakan untuk arus mudik dan balik memiliki panjang 18,4 kilometer.
Hal itu ia sampaikan saat berada di Balikpapan, Selasa (25/03/2025) kemarin.
"Jalan tol yang difungsikan mencakup 15,8 kilometer di seksi 3A, 3B, dan 5A, ditambah 800 meter Jembatan Pulau Balang serta 1,8 kilometer jalan pendekat," jelasnya disadur dari ANTARA, Rabu (26/03/2025).
Di sepanjang jalan tol ini, BBPJN Kaltim telah menyiapkan dua posko mudik, yaitu di pintu masuk tol dan setelah Jembatan Pulau Balang.
"Kami juga siapkan tempat istirahat bagi pengendara yang ingin beristirahat setelah melintasi Jembatan Pulau Balang, sekaligus pemudik bisa abadikan momen di Jembatan Pulau Balang," tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi jika ada kendaraan mogok atau mengalami pecah ban, BBPJN Kaltim bekerja sama dengan Dinas Perhubungan setempat untuk menyediakan mobil derek dan kendaraan towing.
Selain itu, jalan tol ini telah dilengkapi berbagai rambu lalu lintas, termasuk larangan berhenti dan batas kecepatan maksimal.
"Ambang batas kecepatan hanya 60 kilometer per jam karena masih ada kegiatan konstruksi," jelas Hendro.
Tol ini tidak akan dibuka selama 24 jam, melainkan hanya beroperasi mulai pukul 06.00 WITA hingga 18.00 WITA.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan, karena belum adanya lampu penerangan jalan umum.
Sistem satu arah akan diterapkan selama 14 hari, mulai 24 Maret hingga 7 April 2025.
"Pada 24-31 Maret 2025, jalan tol hanya dibuka untuk arah Kota Balikpapan menuju Kabupaten Penajam Paser Utara. Sementara pada 1-7 April 2025, jalur dibuka untuk arah sebaliknya," lanjut Hendro.
Fungsionalisasi sementara Jalan Tol Kota Nusantara bertujuan untuk membantu mengurai kepadatan arus mudik dari Kaltim, khususnya dari Kota Balikpapan menuju Kabupaten Penajam Paser Utara serta Provinsi Kalimantan Selatan.
Namun, jalan tol ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I, seperti mobil sedan, jeep, hingga mini bus.
BBPJN Kaltim memperkirakan jumlah kendaraan yang melintasi jalan tol ini selama periode mudik dan balik Lebaran akan mencapai sekitar 4.000 unit.
"Apabila melihat dari lalu lintas harian rata-rata (LHR), tol ini bisa dilalui 4.000 kendaraan selama mudik dan balik Lebaran," tutur Hendro.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Warga Kaltim Diminta Reaktivasi PBI JKN di Dinas Sosial Terdekat
-
Kaltim Berencana Aktifkan Ribuan Sumur Minyak Tua demi Dongkrak PAD
-
10 Prompt Gemini AI Poster Ramadan 2026, Jadikan Momen Penuh Makna
-
Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Kaltim Mulai Data Industri Genteng Lokal
-
5 Bedak Padat Murah untuk Kulit Berminyak, Full Coverage dan Tahan Lama