Jika ditemukan tanda-tanda bahaya DBD, pasien diminta harus segera mendapatkan perawatan inap sesuai dengan standar penatalaksanaan yang berlaku.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam PSN 3M plus adalah kunci utama dalam menekan angka kasus DBD di Kaltim.
"Mari kita jadikan PSN sebagai gaya hidup untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman DBD," ucap Jaya.
Mengenal Lebih Dekat Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina.
Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Memahami lebih dalam tentang DBD, mulai dari penyebab, gejala, hingga pencegahannya, sangat penting untuk melindungi diri dan komunitas dari penyakit ini.
Penyebab dan Penularan DBD
Penyebab utama DBD adalah virus Dengue yang memiliki empat serotipe berbeda (DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4).
Baca Juga: Di Balik Tragedi Muara Kate: Jejak Hauling, Pembunuhan, dan Suara yang Tak Didengar
Seseorang dapat terinfeksi DBD lebih dari satu kali seumur hidupnya, namun infeksi kedua dengan serotipe yang berbeda seringkali menyebabkan gejala yang lebih parah.
Penularan virus Dengue terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina yang telah terinfeksi virus tersebut.
Nyamuk ini biasanya aktif menggigit pada pagi hingga sore hari. Setelah menggigit seseorang yang terinfeksi virus Dengue, nyamuk tersebut akan membawa virus di dalam tubuhnya dan dapat menularkannya kepada orang lain saat menggigit kembali setelah masa inkubasi virus dalam tubuh nyamuk.
Gejala-gejala DBD
Gejala DBD dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala awal seringkali mirip dengan penyakit flu biasa, namun dapat berkembang menjadi lebih serius dalam beberapa hari. Beberapa gejala umum DBD meliputi:
- Demam tinggi mendadak (38-40 derajat Celsius) yang berlangsung selama 2-7 hari.
- Sakit kepala parah, terutama di belakang mata.
- Nyeri pada otot, tulang, dan sendi.
- Mual dan muntah.
- Ruam kemerahan pada kulit yang muncul 2-5 hari setelah demam.
- Perdarahan ringan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik-bintik merah pada kulit (petekie).
Pada kasus yang lebih parah, yang dikenal sebagai Demam Berdarah Dengue Berat (DBD Berat) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), dapat terjadi gejala-gejala seperti:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling