SuaraKaltim.id - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Senin pagi, 12 Mei 2025, kembali memicu banjir di puluhan titik.
Meski genangan air sudah menjadi langganan di sejumlah wilayah, belum ada penanganan signifikan yang dirasakan warga.
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 30 hingga 100 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sejumlah kendaraan mogok karena nekat menerobos banjir.
Beberapa kawasan yang terendam antara lain Fly Over Juanda, Jalan P. Suryanata, A. Wahab Syahranie, dan Kadrie Oening.
Di Jalan P. Suryanata, genangan air mencapai lutut orang dewasa.
"Bisa dibilang hari ini banjirnya tinggi, karena rumah saya sudah masuk banjirnya di belakang. Dulu tidak sampai masuk banjirnya," ujar Heri Cahyanto, warga setempat yang memantau kondisi sejak pagi hari, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, di hari yang sama.
Heri menuturkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, genangan air biasanya mulai surut beberapa jam setelah hujan reda.
Namun, ia mengeluhkan tidak adanya kemajuan dalam pengendalian banjir.
"Kalau untuk di Jalan P Suryanata, belum ada perkembangan yang signifikan. Justru makin parah," bebernya.
Baca Juga: Diuji Kampus Lokal, Pertamax di SPBU Samarinda Ternyata Tak Standar
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya 21 titik terendam banjir, termasuk kawasan padat penduduk di Jalan Bitek (Sempaja Siring), Citandui dan Serayu (Tanah Merah), Giri Rejo, Kebun Agung, Jalan Kartini, hingga poros Samarinda–Bandara APT Pranoto.
Selain banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di beberapa lokasi. BPBD telah menerjunkan tim untuk mendata dampak, membantu evakuasi, dan melakukan asesmen kerusakan.
Pasang Laut Ancam Pesisir Kaltim 13-16 Mei, BMKG Imbau Masyarakat Siaga
Sejumlah kawasan pesisir di Kalimantan Timur (Kaltim) diprediksi akan mengalami pasang laut cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan, yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta sektor ekonomi berbasis kelautan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan memperkirakan gelombang pasang bisa mencapai 2,9 meter pada 13–16 Mei 2025, khususnya di wilayah perairan Balikpapan dan sekitarnya.
Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Diyan Novrida, Minggu, 11 Mei 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan