SuaraKaltim.id - Ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pelosok di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah provinsi dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyebut kondisi geografis yang sulit dan minimnya infrastruktur dasar di sejumlah kawasan menjadi penghambat utama dalam upaya pemerataan kesejahteraan.
Hal itu ia sampaikan, saat berada di Samarinda, Senin, 12 Mei 2025.
"Di Kaltim masih banyak daerah terpencil dan tertinggal, serta kawasan pedalaman bahkan perbatasan yang tidak memiliki akses jalan memadai. Kami punya Kabupaten Mahakam Ulu yang aksesnya sangat terbatas dan berbatasan langsung dengan Malaysia,” jelasnya, disadur dari ANTARA, Selasa, 13 Mei 2025.
Walau angka kemiskinan Kaltim secara nasional tergolong rendah dengan capaian di bawah rata-rata nasional 8,57 persen, Rudy menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar justru berada di wilayah-wilayah yang nyaris terisolasi dari akses dasar.
Masalah lain yang ikut membelit adalah tingkat pengangguran terbuka yang masih berada di angka 5,75 persen.
Hal ini menurut Rudy berkaitan erat dengan rendahnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta belum meratanya pembangunan infrastruktur di kawasan pedalaman.
Untuk wilayah-wilayah terpencil, harga kebutuhan pokok jauh lebih mahal.
“Harga semen bisa mencapai Rp 800 ribu per sak dan BBM hampir Rp 30 ribu per liter di sejumlah wilayah pedalaman Kaltim,” ucapnya mencontohkan.
Baca Juga: Komitmen Hetifah Sjaifudian Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun di Kaltim
Kondisi serba terbatas ini juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik. Kaltim memiliki 1.038 kelurahan dan desa, namun masih ada wilayah yang belum menikmati aliran listrik.
“Bagaimana masyarakat bisa maju jika listrik saja belum mereka rasakan. Sebagian masih hidup dalam kegelapan. Kondisi inilah yang membuat warga kami miskin,” tegasnya.
Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menggulirkan dua program unggulan: Gratis Pol (pendidikan dan kesehatan gratis) serta Jospol (jaminan sosial dan pembangunan infrastruktur), yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat di lapisan bawah.
“Kami optimistis, lewat program pendidikan dan kesehatan gratis serta pembangunan akses jalan ke pelosok, Kaltim bisa keluar dari jerat kemiskinan dan sejajar dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei,” ujar Rudy Mas'ud.
Lima Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Kaltim, Fokus untuk Warga Miskin Ekstrem
Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial menggulirkan rencana pembangunan lima Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang setara bagi masyarakat miskin ekstrem.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Akhir Pekan Siaga di Kaltim: BMKG Peringatkan Ancaman Banjir dan Longsor Akibat Hujan Lebat Ekstrem
-
Temukan Promo Rumah, Mobil, dan Investasi di BRI Consumer Expo 2026
-
Mau Punya Properti tanpa Ribet? BRI KPR Solusi Siapkan Pembiayaan yang Fleksibel
-
Galaxy S26 Ultra vs S25 Ultra untuk Foto dan Video Malam: Mana yang Lebih Baik?
-
Renovasi Rumah hingga Biaya Pendidikan Lebih Mudah dengan Program BRI Multiguna Karya