SuaraKaltim.id - Jelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap menjalankan salah satu ibadah paling sakral, yakni penyembelihan hewan kurban.
Ibadah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud ketaatan dan pengorbanan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS.
Agar ibadah kurban sah dan diterima, penting untuk memperhatikan cara menyembelih hewan kurban sesuai syariat Islam.
Bukan hanya soal teknis, tata cara ini mencerminkan nilai spiritual dan keikhlasan yang mendalam dalam pelaksanaan ibadah.
Menurut sejumlah ulama dan panduan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), proses penyembelihan harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal.
Mulai dari kondisi hewan, alat yang digunakan, hingga arah kiblat. Berikut panduan lengkap yang perlu diketahui oleh setiap Muslim.
Doa Menyembelih Hewan Kurban
Sebelum memulai proses penyembelihan, penyembelih dianjurkan membaca doa sebagai bentuk penghambaan dan niat ibadah:
بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dariku.
Jika penyembelih bertindak atas nama orang lain, maka bacaan “minni” diganti dengan nama orang yang berkurban, misalnya “min Ahmad”.
Membaca doa menyembelih hewan kurban ini merupakan bagian penting dalam proses ibadah, sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.
Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam
1. Memastikan Hewan Kurban Memenuhi Syarat
Hewan harus sehat, tidak cacat, dan telah cukup umur. Usia minimal kambing atau domba adalah 1 tahun, sapi 2 tahun, dan unta 5 tahun.
Hal ini sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati para ulama dan diperkuat dalam berbagai hadis.
2. Menggunakan Alat yang Tajam
Pisau atau alat yang digunakan harus tajam untuk mengurangi penderitaan hewan dan mempercepat proses pemotongan.
Alat tumpul dapat menyebabkan penyiksaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
3. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat
Hewan dibaringkan dengan lambung kiri di bawah dan kepala menghadap kiblat. Posisi ini melambangkan arah ibadah serta ketaatan total kepada Allah.
4. Membaca Doa dan Takbir
Bacaan doa seperti yang dijelaskan sebelumnya wajib dilafalkan sebelum menyembelih. Hal ini menjadi penanda bahwa proses tersebut adalah bagian dari ibadah, bukan sekadar penyembelihan biasa.
5. Menyembelih dengan Cepat dan Tepat
Penyembelih harus memotong tiga saluran utama di leher: saluran napas (trakea), saluran makanan (esofagus), dan dua pembuluh darah utama.
Hal ini untuk memastikan kematian hewan secara cepat dan minim rasa sakit.
6. Menunggu hingga Hewan Benar-Benar Mati
Sebelum melanjutkan proses pemotongan lainnya, pastikan hewan telah mati secara sempurna. Hal ini penting untuk menjaga kesucian proses dan menghindari kesalahan syariat.
Di era modern ini, pelaksanaan ibadah kurban semakin diperhatikan, termasuk dari segi kesehatan hewan dan pemenuhan standar syariat.
Sejumlah lembaga, seperti MUI dan Dinas Peternakan di berbagai daerah, turut mengawasi distribusi hewan kurban agar memenuhi ketentuan.
Kurban yang dilaksanakan dengan benar bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.
Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan yang membutuhkan, sehingga nilai keikhlasan dan kepedulian dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menjalankan cara menyembelih hewan kurban sesuai syariat Islam menjadi syarat mutlak agar ibadah ini sah dan diterima.
Membaca doa menyembelih hewan kurban, memastikan kondisi hewan, serta mematuhi teknis penyembelihan adalah bentuk kesempurnaan ibadah.
Semoga setiap tetes darah hewan kurban menjadi saksi ketaatan dan keikhlasan umat Muslim di hari besar ini. (Antara)
Berita Terkait
-
Kemenag: Jumlah Hewan Kurban Iduladha 2026 Tembus 2 Juta Ekor
-
Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
5 Rekomendasi Bumbu Sate untuk Daging Kurban, Makin Sedap dan Nikmat!
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA